suplemenGKI.com

Jumat, 12 Agustus 2011

Roma 11:29-32

Pada suatu hari seorang remaja memutuskan untuk tidak pulang ke rumah karena ia takut mendapatkan amarah dari orang tuanya. Hari itu ia menghilangkan sepeda motor . Musibah terjadi pada saat ia memarkir sepeda motornya di depan rumah teman. Ia yakin ayahnya akan marah karena sebenarnya sang ayah sudah melarangnya membawa motor mengingat ia belum memiliki SIM. Namun diam-diam tanpa sepengetahuan ayahnya ia pergi ke rumah teman dengan naik motor. Hari itu bagaikan “kiamat “. Ia tahu bahwa ia salah dan pasti akan mendapatkan amarah, karena itu lebih baik pergi dari rumah. Jikalau Saudara menjadi orang tua remaja itu, apa yang akan Saudara lakukan?

Pendalaman Teks Alkitab

Ayat 29-31 : Apakah bukti bahwa ALLAH tidak menyesali kasih karunia dan panggilan yang diberikankepada Israel?
Ayat 32 : Mengapakah ALLAH seolah-olah membiarkan manusia hidup dalam ketidaktaatan?

Renungan

Dalam perjalanan sejarah, sesungguhnya dahulu bangsa Yahudi dan bangsa-bangsa lain sama-sama tidak taat dan tidak percaya. Kemudian datanglah keselamatan di dalam KRISTUS yang membuka era “perkenanan ALLAH” sampai sekarang. Inilah era baru dimana sebagian bangsa-bangsa kafir beroleh kemurahan sehingga mereka menjadi percaya ( ayat 30). Sebaliknya sebagian bangsa Israel masih tetap tidak taat dan tidak menerima Injil.

Bila selama ini ALLAH selalu setia dan memberikan kemurahan kepada Israel maka bangsa-bangsa lain juga akan mendapatkan kesetiaan dan kemurahan yang sama sekalipun mereka tidak taat. TUHAN juga berupaya membuat mereka bertobat dan kembali taat kepada-Nya. Sungguh ini membuktikan bahwa kemurahan TUHAN yang diberikan kepada umat-Nya tidak tergantung pada kebaikan umat.

Sesungguhnya semua umat manusia di dunia patut berbahagia sebab kemurahan TUHAN diberikan tanpa syarat. Oleh karena itu janganlah takut mendekat kepada ALLAH. Sebaliknya syukuri dan hargai kemurahan ALLAH setiap saat. Jangan pernah sia-siakan kasih karunia ALLAH. Rasa syukur dan penghargaan terhadap kemurahan ALLAH akan mendorong umat untuk memuliakan ALLAH di jalan ketaatan, seperti syair lagu berikut ini:

Kemurahan-Mu lebih dari hidup.
Kemurahan-Mu lebih dari hidup
Pakai lidahku memuji Engkau.
Kemurahan-Mu lebih dari hidup.

Keyakinan akan kemurahan TUHAN membuat umat TUHAN selalu berani berkata jujur dan benar serta tidak menyembunyikan dosa dan kesalahannya. Pada suatu hari seorang teman menolak ajakan temannya untuk mengaku dosa dan melakukan pertobatan. Ia merasa sudah kepalang basah. Ia merasa terlalu besar dosanya sehingga tidak mungkin baginya untuk bebas dari belenggu dosa itu. Ia berkata: “Biarlah aku menjalani kehidupan ini dengan caraku sendiri, sebab untuk bertobatpun sudah terlambat. Kalau pun TUHAN bermurah hati mengampuni aku, aku tak yakin keluargaku dan teman-teman di gereja dapat mengampuni dan menerimaku”. Sungguh kasihan orang itu, ia tak mau menikmati kemurahan TUHAN dalam hidup baru. Bila saudara punya teman yang seperti itu, tugas Saudara adalah meyakinkan bahwa kemurahan TUHAN selalu diberikan untuknya. Ia bisa memulai hidup baru dalam kemurahan TUHAN.

Keyakinan akan kemurahan TUHAN memberikan inspirasi bagi umat beriman untuk selalu memberikan tempat di hatinya bagi orang –orang bersalah sehingga mengantar mereka ke pintu pertobatan.

Kemurahan ALLAH yang tiada batas memampukan kita untuk memiliki kemurahan hati

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*