suplemenGKI.com

Senin, 7 Februari 2011
Ulangan 30 : 15-18


Dalam hidup, kita seringkali diperhadapkan dengan pilihan-pilihan yang tidak mudah dan menuntut kita harus memilih salah satunya, misalnya : nyawa atau harta, hidup atau mati, karir atau pendidikan, dsb.
Bacaan kita hari ini menyajikan suatu pilihan yang harus dipilih untuk dilakukan oleh umat Tuhan, Israel.

Ayat 15 : Pilihan apa yang disodorkan kepada umat Israel, untuk mereka
lakukan?
Ayat 16 : Apa buah bagi umat yang mengasihi Tuhan ?
Ayat 17-18 : Apa buah bagi umat yang berpaling dari Tuhan ?

Renungan :
Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang bersama dengan umat Israel, dengan segala tingkah lakunya yang sering kali menjengkelkan, Musa sebagai wakil dari Tuhan memperhadapkan umat Israel pada pilihan antara hidup dan mati. Hidup dan mati bukan hanya di dunia ini, melainkan juga di dalam kehidupan kekal bersama Tuhan. Musa memperhadapkan pilihan tersebut dengan mengatakan : “Aku menghadapkan kepadamu kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan.”

Pilihan ini nampaknya tidak sulit, sebab semua orang pasti ingin memilih hidup, mendapatkan keuntungan, dan mendapat berkat. Tetapi pilihan ini menjadi suatu pilihan yang sulit bagi umat Israel, karena mereka lebih suka memilih untuk melakukan keinginan mereka sendiri daripada harus bersabar menantikan pemberian Tuhan. Meski demikian, pilihan ini merupakan hal yang sangat penting untuk dipilih salah satunya, sebab itu akan menentukan bagaimana kehidupan umat Israel selanjutnya.
Pada ayat 16, Musa tidak lagi memperhadapkan umat Israel pada suatu pilihan, tetapi lebih cenderung mendorong umat Israel untuk memilih hidup, yaitu dengan memerintahkan supaya umat Israel mengasihi TUHAN, dengan cara hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya. Ini berarti bahwa umat Israel harus taat kepada kehendak TUHAN. Dan upah dari ketaatan tersebut adalah mereka akan hidup, bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, di negeri yang akan mereka tinggali.
Di ayat 17, Musa juga memberikan peringatan kepada umat Israel bahwa jika hati mereka berpaling dan tidak mau mendengar perintah TUHAN, bahkan mau disesatkan untuk menyembah Allah lain, mereka akan mendapatkan hukuman, yaitu menuju pada kebinasaan.
Saat ini, pilihan antara hidup dan mati juga diperhadapkan kepada kita. Apakah kita akan memilih untuk binasa dengan mengikuti keinginan daging kita dan berkata: “yang penting happy”? ataukah kita akan memilih hidup dengan mendengar dan menaati Firman Tuhan, sekalipun sulit dan membutuhkan perjuangan? Masing-masing orang memiliki kebebasan untuk memilih. Tetapi, marilah kita menjadi orang yang bijak dalam memilih dan jangan hanya tergiur untuk mendapatkan kesenangan sesaat, tetapi pada akhirnya berujung maut. Lakukanlah sesuatu dengan selalu berpikir panjang dengan hasil yang memuaskan dan dapat dibanggakan, terutama oleh TUHAN kita. Amin.

Orang bijak berhati-hati dan menjauhi kejahatan, tetapi orang bebal melampiaskan nafsunya dan merasa aman.
Amsal 14 : 15

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*