suplemenGKI.com

Rabu, 29 Oktober 2014

Mazmur 107:1-9

 

Pengantar

Seorang kakek menceritakan kisah masa kecilnya yang diwarnai kesulitan dan kesusahan pada cucunya. Si kakek berkata: “Syukurlah semua kesusahan itu telah berlalu. TUHAN telah menolong kakek melewati semua kesusahan.” Dalam bacaan Alkitab hari ini kita juga melihat pengalaman masa lalu umat Israel yang diwarnai kesulitan dan kesusahan namun Pemazmur justru mengajak umat mensyukurinya.

 

Pemahaman

  • Ayat 1   : Mengapa umat diajak bersyukur?
  • Ayat 2-9: Apa sajakah karya kebaikan TUHAN yang dialami umat dalam sejarah perjalanan iman mereka?
  • Apakah pentingnya mengingat karya kebaikan TUHAN dalam sejarah perjalanan iman kita?

Mazmur 107 adalah mazmur pengucapan syukur umat TUHAN atas kasih setia dan pertolongan-Nya yang telah membebaskan mereka. Mazmur ini ditulis dari masa pasca pembuangan untuk mengingat kembali belas kasih TUHAN yang memulangkan umat dari pembuangan Babel kembali ke Yudea (ayat 2-3). Bila kita membaca ayat 1-32, kita akan melihat Pemazmur mengungkapkan kondisi mereka dan pertolongan TUHAN melalui beberapa ilustrasi sejarah yang sangat jelas (ayat 4-9, 10-16, 17-22, 23-32).

Dalam ayat 2-3, Pemazmur mengajak umat mensyukuri karya kebaikan TUHAN sebab mereka telah ditebus TUHAN dari kuasa yang menyesakkan. Karya kebaikan TUHAN ini dinyatakan dengan lebih jelas dalam ayat-ayat selanjutnya. Dalam ayat 4-9, kita melihat kisah pemulangan umat Israel dari Babel ke Yudea digambarkan seperti perjalanan di padang gurun yang dilakukan oleh nenek moyang Israel. Perjalanan di padang gurun yang telah dilalui nenek moyang Israel begitu penting untuk terus diingat dan disyukuri sebab mereka mengalami banyak tantangan dan rintangan, lapar dan haus, gentar, kuatir dan takut. Namun di tengah kesesakan yang mereka alami, seruan pengharapan mereka selalu didengar oleh TUHAN. Demikian pula yang mereka alami saat mereka dibebaskan dari Babel dan dipulangkan ke Yudea. Sungguh kasih setia, kebaikan dan pertolongan TUHAN patut disyukuri.

Betapa mulia kasih setia TUHAN dibandingkan dengan keberdosaan, pemberontakan, dan kebodohan kita. Kasih setia TUHAN jauh melampaui semua kelemahan kita. Oleh karena itu apa pun rintangan dan kesulitan dalam perjalanan kehidupan ini, mari naikkan syukur karena kasih setia-Nya terus menopang kita.

Refleksi

Dalam keheningan, ingatlah kembali karya kebaikan TUHAN yang telah Anda alami dari lahir sampai dengan saat ini. Apa sajakah yang bisa Anda syukuri?

 

Tekadku

Ya TUHAN, mampukanlah aku untuk selalu mensyukuri kebaikan dan kasih setia-Mu.

 

Tindakanku

Aku akan mengerjakan semua tugas dan tanggungjawab hidup dan karya dengan senyum syukur.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*