suplemenGKI.com

Hai Umat, Dengarlah!

06/11/2012

Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” (Markus 12:29-31)
“Anak-anak dengarkanlah baik-baik … “ merupakan kalimat yang biasa disampaikan oleh guru setiap kali ada yang hal yang sangat penting untuk diperhatikan oleh murid-muridnya dengan baik. Ketika mengatakan kalimat itu dalam pikiran seorang guru tentu terbersit sebuah harapan agar tidak seorangpun dari para muridnya yang tidak memperhatikannya sehingga semua murid paham untuk bisa melakukannya.
Kali ini Sang Guru Agung, Tuhan Yesus Kristus mengingatkan kita dengan kata-kata yang dikutipNya dari Kitab Ulangan. Jelas ada hal yang sangat penting yang ingin disampaikanNya, yakni dua hukum utama yang dikatakanNya sebagai tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada ke dua hukum ini. Jika hal ini begitu penting, maka apa respons kita sebagai murid-muridNya?
Bayangkan jika kita sedang berada di sebuah kelas dan mendengar seruan guru agar kita mendengarkan baik-baik apa yang hendak dikatakannya, maka tentu sebagai murid yang baik kita perlu segera menghentikan semua kegiatan kita dan berkonsentrasi untuk mendengarkannya dengan penuh perhatian. Langkah ke dua yang perlu dilakukan oleh seorang murid yang baik adalah berusaha memahaminya dan kemudian dengan taat melaksanakannya dengan sungguh-sungguh. Kita lakukan semuanya itu agar kita berhasil dan tidak menjadi malu karena tidak paham dan tidak mampu melakukannya.
Pemazmur merespons perintah Tuhan dengan mengatakan (dalam versi Bahasa Indonesia sehari-hari) “Semoga aku dengan hati teguh mengikuti peraturan-peraturan-Mu. Jika aku memperhatikan semua perintah-Mu, maka aku tak akan dipermalukan. Bila aku mempelajari keputusan-Mu yang adil, aku memuji Engkau dengan setulus hati. Aku mau mentaati hukum-Mu, janganlah sekali-kali meninggalkan aku” (Mazmur 119:5-8).
PerintahNya jelas, yaitu agar kita mengasihi Tuhan, Allah kita dengan segala kesungguhan dan mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Sama halnya dengan materi pembelajaran di sekolah, perintah ini tak boleh hanya sekedar dihafalkan. Kita perlu memahaminya sedemikian rupa sehingga dalam berbagai situasi kita tetap bisa menerapkannya. Bukankah seorang murid diharapkan mampu mengerjakan soal ujian sekalipun itu tidak persis sama dengan contoh yang diberikan. Mari kita belajar mengasihi sebagaimana Ia telah terlebih dahulu mengasihi kita, bahkan sampai rela mempersembahkan diriNya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, yang akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup (Ibrani 9:14).
—AT—

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*