suplemenGKI.com

GEREJA BAPTIS

20/07/2009

“Ambil dan Bacalah” Edisi ke-24 Bln Maret Tahun 2009

G K I R e s i d e n S u d i r m a n S u r a b a y a

GEREJA BAPTIS

 Melanjutkan edisi bulan lalu, “ Ambil dan Bacalah” bulan ini mengajak kita menyusuri perjalanan gereja dalam segala keanekaragaman denominasi. Kali ini kita berkenalan dengan GEREJA BAPTIS, salah satu gereja yang masuk dalam kelompok gereja-gereja sesudah reformasi. Tahukah Anda bagaimanakah sejarah munculnya Gereja Baptis dan apakah isi ajarannya? Anda ingin mengenal Gereja Baptis dengan lebih mendalam? Silakan menyimak percakapan berikut ini.

Ambil dan Bacalah!

Tanya: Bagaimanakah sejarah berdirinya Gereja Baptis?

Jawab: Sejarah Gereja Baptis cukup rumit karena di dalamnya terdapat berbagai aliran dan paham yang ikut membentuk organisasi gereja Baptis. Selain itu juga ada tiga kelompok sejarawan gereja yang memiliki pandangan berbeda tentang awal mula sejarah Gereja Baptis.

Kelompok pertama, muncul pada awal abad ke-19. Mereka mengatakan bahwa gereja Baptis bermula pada pembaptisan YESUS oleh Yohanes Pembaptis di sungai Yordan. Mereka mengatakan Gereja Baptis adalah gereja yang pertama dan asli. Jadi gereja Baptis bukan gereja protestan ( reformasi ) dan tidak ada hubungannya dengan kaum Anabaptis[1] karena sudah ada jauh sebelum reformasi.

Kelompok kedua, muncul pada akhir abad ke 19, merupakan kritik terhadap kelompok pertama. Menurut mereka tidak ada kesinambungan yang nyata antara Yohanes Pembaptis dan gereja Baptis. Gereja Baptis berakar pada gerakan Anabaptis di Munster, Jerman, yaitu salah satu sayap radikal dari reformasi

Kelompok ketiga, mengatakan bahwa garis sejarah gereja Baptis tidak terputus-putus dari dulu sampai sekarang, bermula pada awal abad ke-17. Mereka mengakui adanya hubungan antara gereja Baptis dengan kaum Anabaptis., walaupun memiliki perbedaan-perbedaan.

Dalam penelusuran sejarah versi sejarawan kelompok ketiga ini ditemukan bahwa gereja Baptis dimulai oleh Pdt. John Smyth ( 1554-1612) dari satu jemaat independen di Belanda. Setelah pertemuannya dengan Menno Simon[2], Smyth meragukan baptisan anak dan membaptis ulang dirinya sendiri. Smyth bersama beberapa orang anggotanya kemudian menjadi anggota salah satu jemaat Mennonit. Tidak semua rekannya setuju dengan langkah Smyth yang masuk menjadi anggota gereja Mennonit dan menganut baptis selam, diantaranya adalah Thomas Helwys ( 1550-1616). Thomas Helwys kemudian menjadi pemimpin mereka dan membawa paham Baptis ke Inggris. Jemaat Baptis pertama di Inggris didirikan pada tahun 1612. Smyth sendiri tetap mempertahankan pendiriannya sampai ia meninggal di Belanda pada bulan Agustus 1616. Meskipun tidak ikut pulang ke Inggris, di dalam sejarah gereja-gereja Baptis Smyth tetap dihormati sebagai peletak dasar pembentukan rumpun gereja Baptis

Tanya: Selanjutnya, bagaimanakah perkembangan Gereja Baptis ?

Jawab: Jemaat Baptis pertama di Inggris yang dipimpin oleh Helwys bertahan hidup dengan susah payah karena gereja resmi yang ada pada waktu itu menilai jemaat baru ini membawa ajaran sesat. Mereka menggunakan jasa pemerintah untuk menindas jemaat Baptis. Helwys meninggal akibat penindasan pada tahun 1616. Sampai dasawarsa 1640-an, jemaat dan paham Baptis tetap dinilai sebagai sekte radikal, bahkan sesat dan karena itu ditindas dengan kejam. Baru pada masa pemerintahan Oliver Cromwell pada paruh kedua dasawarsa 1640-an, hingga dasawarsa berikutnya, gereja dan aliran Baptis mendapatkan angin segar sehingga bisa berkembang dan mulai mendapat tempat yang jelas di dalam kehidupan bergereja di Inggris. Sementara itu muncul juga aliran-aliran Baptis yang lain.

Dalam perkembangan kemudian, gereja Baptis juga masuk Amerika pada tahun 1639. Gereja Baptis di Amerika tumbuh melalui kebangunan rohani pertama tahun 1734-1750. Pada sekitar tahun 1800-an terjadilah kebangunan rohani kedua dan akhirnya gereja Baptis menjadi aliran protestan terbesar di Amerika.

Tanya: Bagaimanakah sejarah gereja Baptis di Indonesia?

Jawab: Di Indonesia, gereja Baptis muncul karena pekabaran Injil yang dilakukan oleh Baptist Missionary Society ( BMS ) yang didirikan oelh William Carey pada tahun 1792. Pada waktu penjajahan Inggris, BMS pernah bekerja di Indonesia ( di Ambon dan tanah Batak ). Pekabaran Injil berikutnya berasal dari Australia (yang bekerja di Papua sejak 1938) dan sejak 1952 datang Southern Baptist Convention ( SBC ) dari Amerika. Selain itu datang pula para penginjil Baptis yang independen ( tidak terikat oleh lembagai penginjilan apapun ) yang masing-masing mendirikan gereja yang otonom di Indonesia.

Tanya: Bagaimanakah isi ajaran gereja Baptis?

Jawab: Sesuai dengan pendapat John Smyth, gereja Baptis menganut ajaran Calvinis. Pembaptisan pun pada mulanya dilakukan dengan percikan, namun sejak 1644 diberlakukan baptisan selam yang ditetapkan sebagai satu-satunya baptisan yang sah.

Rumpun gereja Baptis sering disebut sebagai gereja yang menganut teologi non-creedal, artinya tidak sangat terikat pada rumusan pengakuan iman seperti gereja-gereja Protestan pada umumnya. Karenanya dalam kebaktian Minggu tidak ada pengikraran pengakuan iman.

Beberapa pokok ajarannya adalah:

a.       Alkitab

Alkitab adalah Firman ALLAH yang diwahyukan, satu-satunya sumber ajaran yang benar, pedoman iman dan perilaku. Alkitab adalah otoritas tertinggi untuk menentukan kebenaran agamawi.

b.       Gereja

Gereja dipahami sebagai persekutuan dari pribadi-pribadi yang telah diselamatkan ALLAH melalui pengorbanan dan penebusan KRISTUS. Orang yang layak menjadi anggota gereja adalah orang yang sudah bertobat dan dilahirkan kembali, dan yang sudah dibaptis dengan cara diselamkan

c.       Jabatan Gereja

Di dalam gereja boleh ada berbagai macam jabatan gereja, tetapi semua jabatan beserta tata cara pemilihan, pengangkatan, dan penahbisannya harus berpedoman pada Alkitab, utamanya Perjanjian baru. Semua warga gereja adalah imam yang bersama-sama melayani secara aktif dalam persekutuan.

d.       Tanda-tanda Penetapan (Ordinances )

Sesuai dengan Alkitab, hanya ada dua penetapan yang memenuhi syarat Alkitabiah yaitu baptisan dan perjamuan kudus yang ditetapkan langsung oleh KRISTUS dan dilaksanakan oleh gereja Perjanjian Baru. [3]

Baptisan harus dilakukan dengan cara diselamkan dan hanya dilayankan bagi orang dewasa yang sudah mampu memahami dan menyatakan imannya. Baptisan dilayankan dalam nama ALLAH Tritunggal: BAPA, PUTERA dan ROH KUDUS.

Perjamuan kudus pada hakikatnya adalah pengenangan ( memorial ). Perjamuan Kudus adalah suatu upacara simbolik untuk mengenang pengorbanan dan kematian KRISTUS. Pengenangan ini sekaligus mengingatkan jemaat akan kehadiran KRISTUS pada masa kini dan kedatangan-NYA kembali, seperti yang IA janjikan. Yang boleh mengikuti perjamuan kudus adalah orang yang sudah dibaptis.

e.       Kemerdekaan setiap jemaat

Kemerdekaan setiap jemaat merupakan perwujudan dari gereja sejati. Setiap jemaat lokal adalah badan yang otonom dan harus diselenggarakan secara demokratis di bawah tuntunan ROH KUDUS dan pengajaran YESUS KRISTUS. Gereja tidak boleh tunduk di bawah pemerintah badan atau organisasi keagamaan mana pun, tetapi hanya tunduk kepada YESUS KRISTUS, yang adalah Kepala setiap jemaat.

f.         Gereja harus terpisah dari negara

Gereja harus terpisah dari negara dan harus ada jaminan kebebasan beragama bagi setiap pribadi. Gereja atau jemaat tidak tunduk pada kuasa pemerintah negara. Negara tidak boleh mencampuri urusan gereja dan sebaliknya gereja juga tidak boleh mencampuri urusan negara, karena masing-masing punya wilayah pelayanan (kekuasaan). Negara tidak boleh menggunakan kekerasan menindak kelompok agama tertentu karena dianggap menyimpang atau sesat. Masalah keyakinan atau hal beriman adalah urusan pribadi karena setiap pribadi diciptakan sebagai makhluk bebas. Karena itu toleransi dan kebebasan beragama harus dijamin di dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.

Tanya : Dengan memperhatikan sejarah gereja Baptis beserta beberapa pokok ajaran di atas, dapatkah disimpulkan bahwa ternyata gerakan reformasi gereja berkembang membentuk wadah dan arah yang berbeda-beda?

 Jawab: Benar. Makin hari gereja berkembang makin beraneka ragam, karena itu nantikanlah perkenalan dengan gereja lain dalam  “Ambil dan Bacalah” edisi mendatang.

——————————————

Sumber:  

1.        Aritonang, J.S, Berbagai aliran di dalam dan di Sekitar Gereja, Jakarta, BPK Gunung Mulia, 1995.

2.        Lembaga Pembinaan dan Pengaderan Sinode GKJ dan GKI Jateng, Mengenal Pluralitas Kekristenan,  1998.


 

[1] Dalam Ambil dan Bacalah edisi ke 23 ( bulan Februari 2009) dijelaskan bahwa gerakan Anabaptis ( bhs Yunani: ana dan baptizo = membaptiskan kembali) muncul di daratan Eropa tak lama sesudah Martin Luther mencanangkan reformasi.

 

[2] Pendiri gereja Mennonit (gerakan anabaptis)

 

[3] Mereka tidak menyebut kedua penetapan itu sakramen karena kata sakramen berasal dari bahasa sehari-hari   (tidak dari Alkitab ) yang artinya bisa berbeda dari yang dimaksudkan gereja.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

2 Comments for this entry

  • Diana Kambuaya says:

    saya adalah anggota gereja baptis di papua. Saya senang dapat memperoleh informasi yang dalam tentang sejarah gereja Baptis. walaupun orang tua saya adalah anggota gereja Baptis dan juga merupakan orang yang mengetahui banyak hal tentang sejarah gereja Baptis di Papua, saya sangat tertarik dengan sejarah gereja Baptis di Dunia. Dari Page ini, saya dapat mengetahui banyak hal tentang gereja Baptis. Satu hal yang inginkan adalah bergabung dengan organisasi pemuda Baptis yang ada di Indonesia. Terima Kasih

  • dujan kogoya says:

    saya sebagai anak Baptis sangat sedih dan prihatin dengan melihat perkembangan gereja Baptis yang sedang berkembang di Papua. permalsalahan ini terjadi di tubuh Persekutuan Gereja – Gereja Baptis Papua (PGBP) selama beberapa tahun terakhir(2007-2010) ini terjadi dualisme kepemimpinan (sinode). gereja baptis di wilayah lain masih berjalan baik tetapi di Papua sangat menyedihkan.

    persoalan ini muncul ketika politisi lokal memakai gereja sebagai batu loncatan untuk kepentingan jabatan politik mereka. hamba Tuhan (gembala)pun belum menyikapi hal ini
    sehingga hal itu dapat terjadi. sebagai hamba Tuhan seharusnya dapat memahami keterpisahan antara Gereja Baptis dengan Pemerintah.

    urusan gereja seharusnya pemerintah tidak perlu mengintervensi gereja, bahkan sebaliknya. masing – masing punya tanggungjawab dan wewenang masing masing, bukannya campur menyampur. walaupun keduanya saling membutuhkan dan saling memperhatikan dalam pengembangan programnya.

    mohon doa dan solusi dari Bapak/I, Sdr/I tentang permasalahan ini. bila ada saran maupun solusi yang mau di sampaikan kepada saya dan teman – teman sebagai anak Baptis yang ada di Jawa dan Bali, kami mohon informasi, saran dan solusi dapat di sampaikan kepada kami melalui e_mail:micho_dujan@yahoo.co.id

    Tuhan Memberkati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«