suplemenGKI.com

Selasa, 15 November 2011

Yehezkiel 34:20-24

Bacaan hari ini merupakan kelanjutan dari bacaan kemarin. Pembicaraan tentang kegagalan para pemimpin sebagai gembala Israel, bergeser ke topik penghakiman domba-domba yang menyalahgunakan kekuasaan.
TUHAN, Sang Gembala yang menginginkan kesejahteraan umat, ternyata juga bersikap tegas dan adil. TUHAN mengambil sikap yang tegas dengan menjadi hakim yang adil diantara domba-domba itu sendiri. Sikap ini dilakukan dalam rangka memberikan perlindungan bagi semua.

Pendalaman Teks Alkitab

Ayat 20 : Mengapakah TUHAN bertindak langsung menjadi hakim di antara para domba?
Ayat 21 : Bagaimanakah relasi antara domba gemuk dan domba kurus? Sikap yang bagaimanakah yang tidak disukai TUHAN?
Ayat 22-24 : Apakah yang dilakukan TUHAN untuk mewujudkan pertolongan konkret bagi domba-domba- Nya?

Renungan

Kebaikan bukan sekedar menyenangkan hati orang lain tapi juga mesti mewujud dalam ketegasan dan keberanian untuk menegakkan kebenaran dan keadilan. Dalam ketegasan dan keadilan-Nya, ALLAH menghakimi dan menghukum domba-domba yang mementingkan diri sendiri. Domba-domba gemuk (kuat) yang menindas domba-domba kurus (lemah) akan dihukum. TUHAN adalah Sang Gembala yang adil. Ia tak akan membiarkan ketidakadilan berkuasa. Domba-domba yang mementingkan diri sendiri sehingga menindas orang lain, merugikan dan mengorbankan kehidupan orang lain untuk kepentingannya sendiri akan mendapatkan hukuman. Sebaliknya domba-domba yang lemah yang menjadi korban mereka yang kuat akan mendapatkan pertolongan. ALLAH turun tangan untuk menolong yang lemah.

Karya Sang Gembala tampak nyata ketika ALLAH turun tangan: untuk menghakimi umat sekaligus menolong umat secara serius. TUHAN tidak membiarkan umat-Nya ditindas. DIA akan melakukan penghakiman terhadap para penindas dengan adil namun juga memberikan pertolongan yang konkret dengan menghadirkan seorang Raja baru yang menggembalakan mereka. Inilah Raja Daud yang baru. Daud, leluhur agung dari keluarga kerajaan di Yerusalem akan menjadi gembala di kemudian hari dan TUHAN akan menjadi ALLAH. Daud menjadi alat TUHAN untuk memerintah umat-Nya dalam damai sejahtera.
Karya TUHAN sebagai Gembala yang adil diwujudkan secara nyata melalui seorang yang dipilih oleh TUHAN , seperti Daud.

Keadilan dan kebaikan selalu didambakan umat manusia di muka bumi ini. TUHAN pun selalu memilih hamba-hamba yang dipandang mampu untuk menghadirkan keadilan dan kebaikan-Nya. Pernahkah Saudara bertanya: Apakah saya juga dipakai TUHAN untuk merepresentasikan kehadiran Sang Gembala yang adil bagi lingkungan sekitar? Gembala yang adil tak pernah mementingkan diri sendiri. Berani berkorban bagi orang lain bukannya mengorbankan orang lain. Memperjuangkan nasib orang lain, bukannya memperjuangkan nasibnya sendiri.

Di sekitar kita ada banyak pemimpin yang tidak mampu bersikap adil. Bahkan keadilan bisa diperjualbelikan. Untuk itu mari mewarnai dunia sekitar kita dengan menjadi pemimpin dan gembala yang adil. Ini memang tidak mudah namun harus terus diperjuangkan. Kita bisa memulainya dengan kehidupan kita di tengah lingkungan kita, misalnya ditengah keluarga. Belajar menjadi gembala yang mampu bersikap tegas dan adil di tengah keluarga akan menajdi sumbangan berharga untuk membenahi bangsa yang dirasuk roh ketidakadilan.

Setiap orang bisa mengembangkan kebaikan dengan memperjuangkan keadilan di lingkungan sekitarnya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*