suplemenGKI.com

Jumat, 9 Oktober 2015

Ibrani 4:12-16

Pengantar

Pisau merupakan alat dapur yang sering digunakan oleh ibu rumah tangga dalam memasak. Bahkan pisau sering digunakan sebagai alat untuk membentuk sebuah hasta karya dan bermacam-macam pula kegunaannya. Di samping memberikan manfaat, pisau juga sebuah benda yang sangat berbahaya. Jika pisau itu sangat tajam dan tidak berhati-hati dalam penggunaannya jari akan terluka dan terasa menusuk. Benda-benda tajam seperti pisau, yaitu pedang juga merupakan benda tajam berbahaya dan harus berhati-hati dalam penggunaannya. Saudara, bacaan hari ini mengingatkan kita akan betapa pentingnya Firman ALLAH yang lebih tajam dari benda apapun. Dengan ketajamannya, akan mengoreksi seluruh kehidupan kita.

Pemahaman

  • Ayat 12-13    : Pengaruh apakah yang diberikan oleh Firman ALLAH dalam hidup manusia?
  • Ayat 14-15    : Mengapa Firman ALLAH memberikan dampak yang begitu besar bagi manusia?
  • Ayat 16          : Apa yang harus kita lakukan untuk menghidupi Firman ALLAH?

“Firman ALLAH hidup dan kuat dan lebih tajam dari pedang bermata dua manapun” ( ayat 12 ), menunjukkan keefektifan firman dalam hidup orang percaya. Pisau atau pedang yang kita katakan tajam, rupanya ketajamannya tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan Firman ALLAH. Mengapa demikian? Firman ALLAH menusuk hati sanubari untuk mengoreksi dan memperbaharui hidup kita. Firman ALLAH digambarkan bagai pedang bermata dua berarti bahwa Firman ALLAH memotong kedagingan kita sehingga hidup mengalami anugerah keselamatan-Nya. Bahkan Firman ALLAH memberikan hikmat agar orang dapat mengetahui mana yang baik dan tidak. Tidak ada yang tersembunyi bagi manusia ketika Firman ALLAH mengoreksi dan sudah sepantasnyalah kita membuka diri untuk mau disucikan dan diperbaharui hari lepas hari.

Firman ALLAH memberikan dampak yang begitu besar karena kuasa dari Yesus Kristus Sang Imam Besar, yang menggerakkan dan mengubahkan hati manusia melalui FirmanNya. Ia turut merasakan hidup sebagai manusia, namun karena Ia adalah ALLAH yang Kudus, Ia tidak berdosa. Oleh sebab itu betapa pentingnya orang percaya untuk bertekun dalam pengakuan imannya. Orang percaya dituntut untuk setia. Oleh sebab itu, untuk menghidupi Firman-Nya kita harus “menghampiri tahta kasih karunia”, artinya mendekat atau datang kepada TUHAN YESUS. Sebab hanya kepada-Nya lah kita mendapatkan pertolongan.

Refleksi

Sejauh mana kita menghayati dan menghidupi Firman ALLAH yang selalu kita baca dan dengar, entah itu di rumah, gereja, atau persekutuan-persekutuan lainnya? Apakah kita hanya menyimaknya saja atau sungguh-sungguh merenungkannya? Seringkah kita memberontak ketika Firman sedang bekerja dan mengoreksi, ataukah bersyukur ketika Firman menegur hati sanubari kita? Ingatlah dan yakinilah bahwa Firman ALLAH selalu menguatkan dan mengubahkan hidup kita oleh karena ALLAH turut bekerja bagi kita.

Tekadku

Ya TUHAN, ampuni aku jika sering memberontak ketika Engkau sedang memproses hidupku. Aku mau hidup seturut apa yang Kau kehendaki. Sebab Firman-Mu yang menjadi kekuatanku.

Tindakanku

Mulai hari ini aku akan selalu bersyukur ketika Firman ALLAH menegurku, dan akan membagikan berkat Firman TUHAN tersebut kepada keluargaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*