suplemenGKI.com

Artikel untuk Pra Paskah Pertama

Selama ini, terdapat dua kekeliruan sehubungan dengan masa Pra Paskah. Pertama, kita menyebut seluruh minggu sebagai Minggu Sengsara. Kedua, kita merayakannya selama tujuh hari Minggu. Di mana letak kekeliruannya?

Minggu Sengsara hanya dirayakan pada Minggu terakhir sebelum hari Paskah. Sedangkan minggu-minggu sebelumnya selalu disebut Minggu-Minggu Pra Paskah (Lent). Mengapa? Karena, pada Minggu-Minggu Pra Paskah itu Yesus dalam kisah hidup-Nya memang belum menjalani kesengsaraan-Nya. Yesus sendiri memasuki Yerusalem seminggu sebelum kematian-Nya. Itu sebabnya, minggu terakhir sebelum Hari Paskah barulah disebut Minggu Sengsara atau Minggu Palem. Jadi, penamaan yang tepat adalah: Minggu Pra Paskah I sampai dengan Minggu Pra Paskah V, barulah Minggu Palem. Lalu mengapa hanya enam minggu? Bukankah biasanya terdapat 7 minggu menjelang Paskah?

Jadi, ada 5 Minggu Pra Paskah dan 1 Minggu Sengsara (semuanya 6 minggu). Karena hari Minggu dalam tradisi Kristen selalu dipandang sebagai Hari Kebangkitan Tuhan, maka hari Minggu dalam Minggu Pra Paskah tidak diperhitungkan. Dengan demikian, selalu dihitung 6 x 6 = 36 hari. Empat hari untuk menggenapi 40 hari dihitung mundur dari minggu pertama Pra Paskah dan jatuh pada Hari Rabu. Itulah yang disebut Rabu Abu (Ash Wednesday). Jadi masa Pra Paskah sesungguhnya dimulai sejak Rabu Abu itu. Karena banyak gereja Protestan merasa kesulitan merayakan Rabu Abu, maka mereka menggesernya ke hari Minggu sebelumnya. Sehingga perhitungan seluruhnya menjadi 7 hari Minggu Pra Paskah. Padahal hari Minggu sebelum Rabu Abu itu dalam kalendar liturgi disebut sebagai hari Transfigurasi, yaitu hari di mana Yesus dimuliakan di atas gunung, yang merupakan akhir dari Lingkaran Natal. Maka, amat mengherankan, bahwa dalam akhir Lingkaran Natal, kita malah mulai merayakan Minggu Pra Paskah.

Oleh karena itu marilah kita mempersiapkan diri untuk menyambut masa Pra Paskah I sampai dengan Pra Paskah V, Minggu Palem, Jumat Agung, Paskah, Kenaikan Tuhan Yesus dan Pentakosta.

*) Ditulis oleh Pdt Agus Wiyanto dan kawan-kawan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Comment for this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Next Post
»