suplemenGKI.com

Dua Pintu

10/03/2011

Jumat, 11 Maret

Roma 5:12-21

Dalam membicarakan tentang pembenaran karena iman (Ro. 5:1-11) rasul Paulus tidak lupa menjelaskan tentang mengapa manusia perlu pembenaran. Hal itu berarti berbicara juga bagaimana manusia menjadi berdosa, dan bagaimana pula manusia dapat memiliki pengharapan. Dalam perikop kita hari ini, rasul Paulus mempertentangkan tentang pintu masuk dosa dan pintu masuk kasih karunia.

- Kalau ada orang yang mengatakan kepada Saudara bahwa kisah kejatuhan Adam dan Hawa itu hanyalah sebuah kisah fiktif religi, bagaimana pendapat Saudara? Mengapa?

- Mengapa pemberian Hukum Taurat membuat dosa menjadi semakin banyak? Dan kalau di mana dosa bertambah banyak, di sana kasih karunia menjadi berlimpah-limpah (ay. 20), bukankah lebih baik kita banyak berbuat dosa, agar kasih karunia itu juga semakin berlimpah?

Renungan:

Dalam bacaan kita hari ini, secara tidak langsung rasul Paulus menyatakan bahwa kisah Adam dan Hawa yang jatuh ke dalam dosa di taman Eden bukanlah kisah khayalan belaka, tetapi realita yang sungguh nyata. Sebab di sini rasul Paulus memberikan perbandingan antara Adam dan Kristus. Karena Kristus nyata maka Adam dan Hawa juga haruslah nyata. Kalau Adam dan Hawa hanyalah khayalan saja, maka akibat dari kejatuhan mereka juga tidaklah nyata. Hal itu berarti bagaimana dosa masuk ke dalam dunia dan juga keberdosaan manusia menjadi tidak nyata pula, sehingga pada dasarnya tersedianya penebusan dosa juga tidak harus nyata.

Perbuatan dosa Adam menimbulkan kerusakan pada tatanan kehidupan manusia, baik pada diri manusia itu sendiri maupun pada lingkungan di mana manusia itu hidup. Seluruh keturunan Adam hidup di dalam kerusakan tersebut serta menuju kepada kebinasaan. Sebaliknya, perbuatan Kristus menimbulkan pemulihan pada tatanan kehidupan yang telah rusak tersebut. Seluruh orang yang berada pada pihak Kristus mengalami pembenaran dan menerima kehidupan. Demikianlah, sama seperti oleh satu penggaran semua orang beroleh penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatanĀ  kebenaran semua orang beroleh pembenaran untuk hidup. Melalui perbuatan Adam manusia menuju kepada kebinasaan, melalui perbuatan Kristus, manusia menuju kepada kehidupan. Maka, setiap manusia yang semula berada dalam persekutuan dengan Adam melalui kelahiran menuju kepada kebinasaan. Sebaliknya, setiap manusia yang berada dalam persekutuan dengan Kristus melalui iman menuju kepada kehidupan.

Dari pemaparan di atas seakan kepada kita diperhadapkan dua pilihan persekutuan, bersekutu dengan Adam atau Kristus. Kita harus memilih salah satu dari keduanya. Akan tetapi kalau kita memperhatikan konteks bacaan kita hari ini, sebenarnya kita tidak dapat memilih salah satu dari keduanya, sebab kita tidak mampu untuk memilihnya. Melalui kelahiran dan natur kita sebagai manusia, kita sebagai keturunan Adam sudah berada dalam persekutuan dengan Adam, sekalipun kita tidak merasa telah memilihnya. Namun kasih karunia Allah telah menjangkau kita serta memindahkan kita ke dalam persekutuan dengan Kristus melalui iman kita. Sehingga setiap orang yang percaya tidak lagi berada dalam persekutuan dengan Adam yang menuju kepada kebinasaan, melainkan dengan Kristus yang menuju kepada kehidupan.

Kasih karunia tetap tersedia bagi mereka yang dilanda dosa

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*