suplemenGKI.com

Minggu, 8 Juni 2014

Yohanes 20:22-23

Pengantar
YESUS yang bangkit telah mengutus para murid-Nya untuk menjadi saksi-saksi-Nya. Dengan kuat kuasa Roh Kudus, gereja sepanjang zaman dan segala tempat akan melanjutkan misi penyelamatan . Dan pada saat kita merayakan Pentakosta di hari ini marilah kita merenungkan: seberapa penting kehadiran Roh Kudus dalam karya perutusan para murid.

Pemahaman
• Ayat 22 : Apakah yang dilakukan oleh YESUS untuk menindaklanjuti pengutusan para murid?
• Ayat 23: Apakah hubungan menerima Roh Kudus dan kuasa mengampuni?

YESUS melanjutkan kalimat pengutusan bagi para murid dengan menghembusi mereka dengan ROHKUDUS. Apa artinya YESUS menghembusi mereka Roh Kudus? Kata menghembusi sama dengan kata yang dipakai Kejadian 2:7, ketika TUHAN ALLAH “menghembuskan” nafas hidup kepada debu tanah yang dibentuk-Nya menjadi manusia pertama. Artinya, oleh Roh Kudus para murid menjadi lahir baru (band.Yoh. 3:5).Hal ini juga untuk menunjukkan bahwa DIA sendirilah Pencipta karya itu, dan bahwa kehidupan serta kekuatan rohani hamba-hamba TUHAN dan orang-orang Kristen berasal dari-Nya dan bergantung pada-Nya, seperti halnya dengan kehidupan jasmaniah Adam dan semua keturunannya. Sama seperti nafas Yang Mahakuasa memberikan hidup kepada manusia dan mengawali dunia purba, demikian pula nafas Juruselamat yang Mahakuasa memberikan hidup kepada hamba-hamba-Nya dan mengawali dunia yang baru.

Roh Kudus akan mengubah ketakutan dan persembunyian menjadi keberanian dan keterbukaan, menjadi utusan yang disertai oleh wibawa Sang Pengutus sendiri (ayat 23). Para murid yang telah dihembusi ROH KUDUS dimampukan melaksanakan tugas perutusan dari TUHAN sebab Roh Kudus akan berperan aktif. Setiap orang yang yang diutus, bukan hanya diserahi tugas, tetapi juga ditopang, dimotivasi, diikutsertakan, dimantapkan dan diberi visioleh DIA yang mengutus kita. Oleh karena itu janganlah takut diutus TUHAN.

Bagaimanakah para murid memulai tugas perutusan ini? Cara terbaik agar semua orang bisa mendengar berita sukacita ini adalah dengan terus memperdengarkan kabar baik tentang pengampunan melalui YESUS KRISTUS baik melalui perkataan maupun perbuatan mengampuni secara nyata.

Refleksi
Manakah yang lebih sering kukatakan: “aku tak sanggup mengampuni ” ataukah “aku siap diutus TUHAN untuk mengampuni” ?

Tekadku
TUHAN, kiranya Roh-Mu memampukan aku menjadi utusan yang selalu memberitakan karya pengampunan-Mu.

Tindakanku
Aku akan selalu membuka hati untuk mengampuni sebab dengan mengampuni aku sedang menjadi utusan yang memberitakan karya pengampunan TUHAN.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*