suplemenGKI.com

Kamis, 22 April 2010; Wahyu 7:9-17

Setelah penglihatan tentang orang-orang yang telah ditebus dan dimeteraikan Kristus, penglihatan yang didapatkan rasul Yohanes berlanjut pada suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya. Mereka bukan hanya dari bangsa Israel saja, melainkan dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa.

-         Apakah lautan manusia (ay. 9) itu sama dengan 144.000 orang yang disebut dalam ayat 4? Mengapa Saudara berpendapat demikian?

-         Mengapa mereka berpakaian jubah yang putih-putih dan memegang dahan-dahan pohon palem? Apa artinya?

-         Apa yang ingin dikatakan perikop ini tentang Allah? Dapatkah Saudara menjelaskannya?

Renungan:

Kalau kita membandingkan orang-orang yang disebut dalam perikop kita hari ini dengan yang kemarin, maka kita akan melihat bahwa mereka bukanlah orang yang sama. Sebab secara jumlah mereka berbeda. Kemarin jumlahnya pasti, 144.000 orang, sedangkan yang hari ini jumlahnya tidak terhitung. Kemudian yang kemarin berasal dari Israel saja, sedangkan hari ini berasal dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa. Namun demikian, mereka memiliki kesamaan, yaitu sebagai orang-orang yang telah ditebus dengan darah Kristus.

Kali ini penebusan itu digambarkan dengan jubah mereka yang berwarna putih karena telah dicuci di dalam darah Anak Domba (ay. 14). Dan kontras dengan suasana yang penuh kengerian di pasal sebelumnya, kini umat tebusan Allah itu digambarkan memegang dahan-dahan pohon palem. Hal ini memberikan gambaran bagaimana orang-orang kudus yang digambarkan tertindas dan terbunuh, seakan tersingkirkan dan terkalahkan dalam pasal 6, kini mereka menjadi pemenang. Ya, dahan-dahan pohon palem biasanya dilambaikan untuk memeriahkan kemenangan. Hal yang sama tergambar pada peristiwa Tuhan Yesus memasuki kota Yerusalem di akhir pelayanan-Nya.

Dengan demikian dalam perenungan hari ini kita dapat melihat bahwa Allah yang telah menebus umat-Nya dari cengkeraman dosa adalah Allah yang juga membawa umat-Nya menuju kehidupan yang berkemenangan. Itu sebabnya seluruh penghuni sorga senantiasa menaikkan pujian dan kemulian serta hormat bagi Sang Anak Domba Allah itu. Bagaimana dengan kita?

”Kristus menebus kita bukan dengan cara yang gampang, karena itu mari kita hargai penebusan itu dengan memiliki gaya hidup sebagai anak Terang.”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«