suplemenGKI.com

Senin, 29 Juni 2015

II Samuel 5:1-5

Pengantar

Siapakah yang mau jadi pemimpin? Banyak orang ingin jadi pemimpin. Bahkan tidak jarang terjadi persaingan sengit dan konflik demi memperebutkan jabatan sebagai pemimpin. Namun sayangnya tidak semua pemimpin mampu menjalankan tugas kepemimpinan yang mengayomi masyarakat. Lihatlah betapa banyak pemimpin yang justru menyengsarakan dan mengorbankan rakyat demi kepentingan jabatan dan kekuasaan.  Apa kata bacaan hari ini tentang kepemimpinan? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 1-3 : Apa pengakuan yang diungkapkan suku-suku Israel tentang kepemimpinan Daud sehingga membuat Daud diurapi menjadi raja atas Israel?
  • Apakah tugas raja yang diyakini Israel diamanatkan oleh TUHAN?
  • Ayat 4-5 : Berapa lama Daud memerintah?

Seusai Daud menangisi kematian Saul dan anak-anaknya, suku-suku Israel datang kepadanya untuk memintanya menjadi raja Israel. Mereka yakin bahwa TUHAN telah memilih Daud menjadi raja yang menggembalakan umat Israel. Menggembalakan berarti bertindak sebagai gembala. TUHAN menghendaki seorang raja (pemimpin) adalah orang pilihan-Nya yang bisa dipercaya untuk menggembalakan umat yaitu menuntun, membimbing, mengarahkan sekaligus mengayomi umat-Nya. Seorang pemimpin tidak boleh menggembalakan dirinya sendiri atau berfokus pada diri sendiri, sehingga mengorbankan “domba-domba” yang digembalakannya ( Yeremia 3:15, Yehezkiel 34 ). Tampaknya pengalaman Daud sebagai gembala dipakai oleh TUHAN untuk mempersiapkan dirinya menjadi pemimpin yang berjiwa gembala. Melalui seluruh tua-tua Israel, TUHAN mengurapi Daud sebagai raja Israel.

Bacaan hari ini menyatakan pada kita bahwa sesungguhnya mencari dan menentukan pemimpin bukan perkara mudah namun TUHAN turut campur tangan atas keterpilihan seorang pemimpin. TUHAN-lah yang memberikan wibawa kepemimpinan. Apabila semua pemimpin menyadari bahwa wibawa kepemimpinannya adalah anugerah dan sekaligus amanat dari TUHAN, niscaya mereka akan menggembalakan masyarakat yang dipimpinnya dengan penuh pengabdian dan takut akan TUHAN

Refleksi:

Dalam keheningan, ingatlah keteladanan salah seorang pemimpin yang Saudara kenal. Apakah Saudara juga mau menjadi seorang pemimpin? Tahukah Saudara bahwa di mana pun berada, Saudara dipilih TUHAN untuk menjadi pemimpin yang menggembalakan orang lain. Sudahkah Saudara menghidupi setiap karya kepemimpinan dengan jiwa gembala? Ingatlah bahwa TUHAN memilih Saudara menjadi pemimpin yang menggembalakan umat-Nya bukannya pemimpin yang “gila” berkuasa.

Tekadku

Ya TUHAN, mampukanlah aku mengabdi pada-Mu dengan berkarya menjadi pemimpin yang berjiwa gembala.

Tindakanku.

  • Aku akan selalu berdoa dan berusaha agar kepemimpinanku bagi orang lain merupakan  karya gembala yang penuh kepedulian dan pengayoman.
  • Setiap hari aku akan selalu berdoa bagi seluruh pemimpin di dunia ini agar mereka memiliki kesungguhan hati mengabdi kepada TUHAN bukannya sekedar mengejar kekuasaan dan jabatan.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*