suplemenGKI.com

 

Senin, 06 Januari 2014

Yesaya 42:1-4

PENGANTAR

Hamba adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah untuk menjadi rekan sekerja-Nya. Setiap pelayan, merupakan orang-orang yang dipilih oleh Allah untuk bersama Allah menjalankan misi Allah. Lalu, bagaimana dengan orang-orang yang tidak melakukan pelayanan? Apakah mereka tidak dipilih? Jawabannya adalah kita semua tanpa terkecuali dipanggil dan dipilih oleh Allah untuk menjadi hamba-Nya. Hanya sayangnya, tidak semua orang memberi respon melalui kesediaannya dengan berbagai pertimbangan, jawaban dan alasan.

PEMAHAMAN

Ayat 1   : Siapa yang memilih seseorang untuk menjadi hamba-Nya?

Ayat 2-4: Apa yang dialami dan dilakukan oleh hamba yang telah dipilih Tuhan?

Kitab Yesaya pasal 40-55 dikenal dengan sebutan kitab Deutero Yesaya. Inilah kitab dari masa pembuangan orang-orang Yehuda di Babel yang sangat banyak berbicara mengenai “Hamba Tuhan.” Hamba berasal dari kata “Ebed” (kata benda) yang berasal dari kata kerja “Eved” yang berfungsi sebagai alat pekerjaan. Ebed berarti hamba. Dialah seorang hamba yang bekerja untuk orang lain. Tugas hamba adalah melayani dan melakukan segala kehendak tuannya. Dalam keagamaan Israel, istilah Ebed menggambarkan kerendahan diri manusia sebagai ciptaan di hadapan Allah.

Ayat 1 hendak menyatakan bahwa Allah memperkenalkan hamba-Nya dan melantik dia seperti halnya pelantikan seorang raja. Ingatlah bagaimana Allah memilih Saul sebagai kepala bangsa-Nya (raja) dan memperkenalkan dia pada Samuel, agar diurapi dan dilantik (1 Sam. 9:15-17). Bukan hanya memperkenalkan dan melantik, Allah juga menaruh Roh-Nya atas orang yang dipilihnya, yaitu “roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN” (Yes 11:2).

Hamba Tuhan memiliki peran, fungsi dan tugas yang harus dikerjakan dalam misi bersama Allah. Dalam ayat 3, buluh yang telah rusak dan sumbu yang suram, melambangkan kehancuran Yerusalem dan redupnya rasa percaya Israel kepada Tuhan. Dalam masa inilah, seorang hamba dipilih Tuhan untuk memulihkan Israel dengan menolong memelihara kepercayaan yang teguh kepada Tuhan, memberi harapan bagi orang-orang pada masa pembuangan, serta memberitakan bahwa Tuhan akan datang untuk memelihara seluruh alam semesta ini.

Hamba Tuhan melakukan tugas pelayanannya dengan perjuangan maupun pengorbanan. Hal ini dijelaskan dalam ayat 2 dan 4. Ayat 2 menegaskan bahwa hamba Tuhan tidak akan pernah mengeluh (berteriak atau menyaringkan atau memperdengarkan suaranya) akan penderitaan atau kesusahannya. Ayat 4 menjelaskan bahwa kesetiaan hamba Tuhan tidak akan pudar dan hilang walaupun begitu banyak tantangan yang dihadapi maupun penderitaan yang menyedihkan datang silih berganti. Apa pun yang terjadi, hamba Tuhan akan terus berkarya karena Roh Allah ada padanya. Ia menyadari bahwa Allah sumber kekuatan yang telah memilihnya akan senantiasa memberinya kekuatan dan penghiburan.

 REFLEKSI

Sudahkah aku menjadi hamba Tuhan dengan melakukan apa yang Ia kehendaki dalam kehidupanku? Setiakah aku menjadi hamba-Nya dalam kesusahan dan penderitaan kehidupanku?

 TEKADKU

Ya Tuhan, tolonglah hamba-Mu ini agar terus dimampukan untuk percaya pada-Mu, memberi harapan bagi orang lain dan menjadi hamba-Mu seutuhnya dalam kehidupan ini. 

 TINDAKANKU

Aku memulai hari ini dengan menyerahkan diri menjadi hamba Tuhan yang siap berjuang untuk  berpikir, berkata dan berbuat sesuai kehendakNya di tengah tantangan dan kesulitan seberat apa pun.

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«