suplemenGKI.com

Selasa, 29 Januari 2013
Yeremia 1:8-10

Pengantar
Dalam sebuah konser yang diiringi dengan orkestra penuh, Niccolo Paganini sedang memainkan biolanya, tiba-tiba salah satu senar biolanya putus. Keringat dingin mulai membasahi dahinya, tetapi dia meneruskan permainan biolanya. Kejadian yang sangat mengejutkan terjadi lagi yaitu senar biola yang lain pun putus satu persatu dan hanya meninggalkan satu senar saja. Dalam keadaan seperti ini seharusnya dia memilih untuk berhenti memainkan biolanya, karena belum pernah ada seorangpun yang dapat memainkan biola dengan satu senar. Tetapi keadaan itu tidak membuat Niccolo Paganini menyerah, dia memilih untuk terus memainkan biola dengan satu senarnya sampai selesai dan sungguh luar biasa peristiwa ini justru mengangkat namanya lebih terkenal lagi. Mengapa Niccolo Paganini berhasil mengatasi masalahnya? Karena dia tidak melihat kepada senar-senar yang putus, dia tidak mau ditentukan oleh senar-senar yang putus, tetapi memilih untuk melihat dan menggunakan apa yang masih dia miliki yaitu satu senarnya.

Seringkali dalam hidup ini kita lebih melihat apa yang tidak ada sehingga merasa tak mampu melayani TUHAN. Renungan hari ini mengajak kita untuk memfokuskan perhatian kita bukan kepada hal-hal yang tidak ada tapi pada apa yang yang pasti masih kita miliki yaitu TUHAN. Apakah yang akan kita alami apabila kita berfokus pada TUHAN? Mari kita merenungkannya.

Pemahaman
Ayat 8 : Apakah jaminan yang TUHAN berikan untuk hamba yang dipilih-Nya?
Ayat 9 : Apakah ALLAH membiarkan Yeremia dengan kelemahan dan kekurangan yang ia miliki?
Ayat 10 : Apakah yang kembali ditegaskan TUHAN kepada Yeremia dalam ayat ini?

Sesungguhnya TUHAN tidak akan membiarkan orang-orang yang dipilih-Nya berjuang sendirian. Tak perlu takut menghadapi kesulitan dan segala rintangan. Yang diminta TUHAN hanyalah kesediaan dan ketaatan. Selebihnya TUHAN yang memampukan. IA berjanji menyertai dan memberi kuasa kepada orang pilihan-Nya untuk melaksanakan tugas panggilan yang TUHAN berikan. Bahkan TUHAN mempersiapkan, membekali dan memperlengkapi dengan kemampuan yang diperlukan untuk menjalankan tugas panggilan pelayanan. Saat kita merasa tak memiliki kemampuan, pada saat itulah TUHAN melengkapi kita dengan kemampuan yang diperlukan untuk mengerjakan karya-Nya. Lihatlah bagaimana TUHAN memperlengkapi Yeremia dengan kemampuan berkata-kata. ( ay 9). Setiap perkataan yang keluar dari mulut Yeremia diilhami oleh perkataan TUHAN. Inilah bekal dan perlengkapan yang memberikan keberanian kepada Yeremia untuk menyatakan peran dan suara kenabiannya.

Panggilan sebagai seorang yang dipilih dan diutus TUHAN seharusnya diterima dengan penuh keberanian sebab ternyata TUHAN terus menyertai orang-orang pilihan-Nya. TUHAN memberi kemampuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas panggilan.

Refleksi
Ambillah waktu hening sejenak, pikirkanlah: “ Masihkah aku takut dipilih untuk melayani TUHAN?”. Manakah yang membuat aku berani mengerjakan tanggungjawab pelayanan yang TUHAN berikan: kemampuanku ataukah pertolongan TUHAN?”

Tekadku
TUHAN, tolonglah aku untuk percaya bahwa Engkau selalu menyertai dan memperlengkapi aku dalam mengerjakan karya kehidupan dan karya pelayanan yang TUHAN berikan.

Tindakanku
• Aku akan mendaftarkan dan mensyukuri segala karya TUHAN yang telah kualami dan kuyakini sebagai cara TUHAN menyertai dan memperlengkapi aku dalam karya kehidupan dan karya pelayanan.
• Aku menyediakan diri ( berkomitmen) untuk terus mau belajar, dibina, dibekali dan diperlengkapi oleh TUHAN agar dapat semakin mantap melayani TUHAN melalui setiap program pembinaan atau pembekalan yang dilayankan gereja, melalui buku-buku yang kubaca, dll.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«