suplemenGKI.com

( Matius 9 : 9–13 )

Matius 9:9-13 ini memberikan gambaran kepada kita tentang orang seperti apakah Matius ini, atau yang dibagian kitab Injil yang lain disebut sebagai Lewi. Pertama-tama, Matius adalah seorang pemungut cukai (ay.9; band. 10:3; Luk.5:27). Pernyataan ini sekaligus menjelaskan posisi Matius dalam masyarakat. Ia adalah seorang yang dijauhi dan tidak disukai masyarakat. Pada waktu itu seorang pemungut cukai dianggap seperti seorang penghianat bangsa karena mereka bekerja untuk pemerintah Roma dan seringkali menarik keuntungan lebih untuk dirinya sendiri. Kemudian pada ayat 10 diceritakan tentang siapa saja orang-orang yang datang dalam perjamuan makan di rumah Matius. Mereka adalah sesama pemungut cukai dan orang-orang berdosa, orang-orang yang juga dijauhi dan tidak disukai dalam masyarakat. Itulah komunitas yang dimiliki Matius.
Ketika Yesus melihat Matius,Yesus menunjukkan sikap yang berbeda dengan masyarakat pada umumnya. Yesus mengenal Matius secara pribadi. Ia menyapa dan mengundang Matius masuk menjadi bagian dalam misi-Nya. Reaksi Matius yang segera berdiri dan meresponi undangan Yesus menunjukkan betapa haus hatinya akan sapaan dan kepedulian orang-orang di sekitarnya. Pada bagian lain dalam Injil Lukas bahkan dengan jelas dituliskan bahwa Matius (Lewi) berdiri dan meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus. Sejak saat itu, perubahan besar terjadi dalam hidupnya. Ia menjadi salah satu rasul dari 12 rasul Yesus. Ia memberitakan kabar baik kepada orang banyak. Ia bahkan diyakini sebagai penulis dari kitab Injil Matius. Dari seorang pemungut cukai menjadi seorang pembawa Kabar Baik.
Bercermin dari kisah ini, mari kita belajar meneladani sikap Yesus. Kita lebih terbuka dan berbesar hati dengan kehadiran orang lain. Kita tidak mudah menilai dan menghakimi seseorang tanpa sungguh-sungguh mengenalnya secara pribadi. Mari menambah sikap kasih dan perhatian kita kepada orang lain. Mungkin di antara orang-orang yang kita rasa menjengkelkan ada yang sesungguhnya membutuhkan kasih dan kepedulian kita. Sedikit sapaan dan perhatian kita mungkin saja Tuhan pakai untuk mengubahkan hidup seseorang.Tuhan memberkati. Amin.
-TA-

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*