suplemenGKI.com

(Yesaya 49:1-7)

Menjadi seorang utusan Tuhan adalah sebuah panggilan spiritualitas bagi setiap orang percaya tanpa terkecuali. Namun demikian panggilan Tuhan bukan bersifat sembarangan atau tanpa tujuan, karena Tuhan memanggil atau memilih seseorang adalah dengan maksud menjadi mitra dan alat bagi kemuliaanNya. Panggilan Tuhan tidak didasari atas kualifikasi yang dimiliki oleh orang yang dipanggilNya, tetapi berdasarkan anugerah dan kemurahan Tuhan atas inisiatif Tuhan sendiri.

Prinsip panggilan Tuhan bagi setiap orang percaya:
1. Setiap orang percaya harus meresponi panggilan Tuhan. Ketika hari ini kita dipercayakan untuk menjadi alat Tuhan dalam suatu pelayanan, itu telah dipersiapkan Allah sejak Dia membentuk kita (Yes 49:1-2) Dengan kata lain, bahwa hidup kita telah dirancang untuk menjadi alat Tuhan.
Jika kita telah dirancang untuk menjadi alat Tuhan dalam karya pelayanan kita, maka segala
kemampuan dan kecakapan kita pun sudah dipersiapkan dan diperhitungkan Tuhan.
Artinya, kita sudah memiliki kapasitas sesuai dengan yang diberikan kepada kita untuk melayani-
Nya. Kalau demikian bolehkah kita menolak panggilan Tuhan?

2. Setiap orang percaya harus menyadari bahwa dia dipanggil karena kehendak Allah (1Kor 1:1-3) Ketika kita menyadari bahwa kita dipanggil karena kehendak Allah, maka sikap yang mutlak harus kita miliki adalah ketaatan. Ketaatan adalah bagian dari Iman kita kepada Allah. Kita tidak bisa berkata “Aku beriman kepada Allah” jika kita tidak bersedia taat meresponi panggilan Tuhan dalam hidup kita, termasuk ketaatan dalam menjalani pembentukkan Tuhan. Pembentukkan Tuhan bisa saja berupa ujian-ujian yang harus kita hadapi dalam hidup kita. Tujuannya agar kita semakin murni dalam melayani Dia. Ketaatan kita akan sangat menentukan apakah kita betul-betul beriman kepada Tuhan yang memanggil kita atau tidak. Ketaatan juga akan sangat menentukan komitmen kita menjalani panggilan Tuhan dalam pelayanan kita.

3. Setiap orang percaya harus dengan sukacita, senang/giat menjalani panggilan Tuhan (Maz 40:6-11) Tidak dapat dipungkiri bahwa meresponi panggilan Tuhan dengan benar, adalah sesuatu yang tidak mudah. Kadangkala kita harus menghadapi kendala, pergumulan dan tantangan. Tetapi jika kita melihat betapa baiknya Tuhan dalam hidup kita dengan menganugerahkan keselamatan kekal kepada kita dan memberkati kita dengan cukup, maka kita juga harus memiliki penghayatan bahwa dalam keadaan apapun ketika kita taat dan setia mengerjakan panggilanNya, Dia pasti menolong kita. Belajar dari pemazmur, yang selalu berkata “Suka melakukan kehendak (bc:panggilan)Allah” karena pemazmur tahu panggilan Tuhan itu lebih berharga, lebih indah dan lebih mulia dari sekedar persembahan korban sembelihan (bc: harta) yg dipersembahkan tanpa sukacita/kerelaan. Selamat menyambut panggilan Tuhan untuk mengerjakan pelayanan yang dipercayakan kepada kita. (aNdA

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*