suplemenGKI.com

Rabu, 21 April 2010; Wahyu 7:1-8

Wahyu pasal 7 ini berada di antara tujuh meterai yang dibuka. Ada enam meterai yang dibuka pada pasalnya yang keenam, sedangkan meterai ketujuh dibuka pada pasal ke delapan. Sesuatu yang dimeteraikan berarti sesuatu yang dirahasiakan sampai meterai tersebut dibuka. Inilah yang menarik untuk disimak. Hal apakah yang terkandung dalam pasal tujuh ini sehingga ia dikisahkan sebelum pembukaan meterai yang ketujuh? Mari kita renungkan bersama

-         Berita apakah yang dibawa oleh malaikat kelima itu? Siapa yang dimeteraikan? Bilamana hal itu terjadi? Apakah maksud semua itu (bd. Kej. 4:15; Yeh. 9:4-6; Efe. 1:13-14)

-         Menurut Saudara, angka 144.000 itu apakah bersifat simbol ataukah statistik? Mengapa? (bd. 7:9; 14:1-5)

-         Adakah pengalaman Saudara dalam enam bulan terakhir ini yang menunjukkan pemeliharaan Allah atas diri Saudara?

Renungan:

Kalau kita memperhatikan enam meterai yang sudah dibuka pada pasal keenam, rasa ngeri langsung menyergap. Sebab ada berbagai tragedi terjadi. Damai sejahtera diambil dan diganti dengan saling membunuh (ay. 4), musim paceklik meraja lela (ay. 6), banyak orang mati bergelimpangan dengan berbagai macam sebab (ay. 8), para pelaku kebenaran dibunuh (ay. 10). Keadaan sedemikian mengerikan sampai matahari digambarkan menjadi hitam bagaikan karung rambut dan bulan bagaikan darah (ay. 12), serta manusia berlomba mencari cara untuk meregang nyawa (ay. 16).

Dengan latar belakang kengerian itu, muncul pasal 7 yang berbicara tentang orang-orang yang dimeteraikan. Ada angka yang disebutkan secara pasti, yaitu 144.000 orang. Angka ini berasal dari 12.000 x 12 suku Israel. Permainan angka yang oleh banyak penafsir dipahami sebagai simbol kesempurnaan dan kelengkapan. Orang-orang yang ditebus itu sudah genap dan mereka dimeteraikan.

Pemeteraian mengandung arti bahwa mereka adalah milik Allah, yang telah memeteraikan mereka. Sebab meterai memang merupakan tanda kepemilikan. Bukan hanya dimiliki, tapi mereka juga dilindungi oleh pihak yang memeteraikan itu. Barangsiapa berani mengganggu mereka yang sudah dimeteraikan, akan berurusan dengan Sang Empunya meterai tersebut.

Di sini kita melihat bagaimana pemeliharaan Allah dinyatakan kepada umat tebusan-Nya. Di tengah-tengah kengerian hidup yang terjadi, Allah menyatakan dengan tegas kepemilikan-Nya atas kita, orang-orang yang telah ditebus-Nya. Pernyataan tersebut menjadi jaminan atas keselamatan kita, sehingga tidak perlu gentar menghadapi berbagai kemelut yang ada.

”Bila hidup kita acapkali diliputi kengerian, jangan tawar hati tapi ingatlah,

bahwa kita telah dimeteraikan”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*