suplemenGKI.com

DIBERI UNTUK MEMBERI

Rabu, 12 Mei 2010
Kisah 16:27-34

Peristiwa gempa yang membuka pintu-pintu penjara sungguh amatlah dahsyat. Bagi Paulus dan Silas itu merupakan bukti kuasa TUHAN yang terus bekerja. Peristiwa itu semakin mengobarkan semangat mereka untuk hidup beriman sebagai hamba-hamba TUHAN. Akan tetapi peristiwa itu membawa dampak yang berbeda bagi kepala penjara Filipi.
Ayat 27 : Apa yang dirasakan dan direncanakan oleh kepala penjara Filipi setelah
melihat pintu-pintu penjara terbuka?
Ayat 28 : Apa yang dilakukan Paulus melihat sikap kepala penjara?
Ayat 29-30 : Mengapa kepala penjara gemetar tersungkur di depan Paulus dan Silas?
Ayat 31-32 : Mengapa Paulus dan Silas dengan mudah mau percaya kepada TUHAN YESUS KRISTUS?
Ayat 33-34 : Bagaimanakah kehidupan baru kepala penjara?

Renungan

Sungguh merupakan hal yang aneh ketika Paulus dan Silas yang telah dibebaskan TUHAN tidak segera melarikan diri dari penjara. Mereka melihat kepala penjara yang frustasi dan hendak bunuh diri sebab dialah yang bertanggungjawab jika para tahanan melarikan diri. Bahkan dalam situasi gempa pun, ia tetap harus bertanggungjawab. Paulus dan Silas tidak egois; mereka tidak berbahagia dan bersukacita di tengah penderitaan yang dialami kepala penjara. Bahkan mereka berhasil mencegah tahanan yang lain agar tidak melarikan diri. Ini adalah sikap yang luar biasa? Apakah Paulus dan Silas tidak ingin segera bebas? Tampaknya mereka tidak ingin kebebasan yang mereka alami justru membuat orang lain tidak bebas. Inilah sikap mulia seorang yang beriman. Dengan kemantapan iman mereka percaya bahwa TUHAN bekerja dengan penuh kuasa dalam hidup mereka. Mereka tidak ingin merasakah kasih dan kuasa TUHAN untuk dirinya sendiri. Di tengah situasi yang sulit, Paulus dan Silas tetap bersemangat untuk melakukan pekabaran Injil. Mereka mengabarkan Injil kepda kepala penjara yang sedang dalam ketakutan dan frustasi. Justru sikap mulia Paulus dan Silas inilah yang membuat kepada penjara merasa disentuh oleh kasih TUHAN. Kasih TUHAN bukan hanya menyelamatkan kepala penjara dari hukuman tapi menyelamatkan hidupnya seutuhnya, bahkan keselamatan keluarganya.

Pengalaman disentuh oleh kasih TUHAN melalui sentuhan kasih Paulus dan Silas membuat kepala penjara memiliki kehidupan baru yang penuh kasih. Sebelumnya dia merasakan pelayanan Paulus dan Silas, kini dengan sukacita ia pun melayani Paulus dan Silas. Ia membawa Paulus dan Silas ke rumahnya, membersihkan luka-luka mereka dan memberi mereka makan di rumahnya.

Dari kisah ini kita belajar bahwa rasa syukur atas kuasa TUHAN yang bekerja dalam hidup kita mesti mengalir untuk dirasakan oleh orang lain. Sikap hidup orang kristen seharusnya seperti air yang selalu mengalir membawa kesegaran dan menumbuhkan kehidupan orang lain. Kita diberi agar mampu memberi. Kehidupan baru seorang yang merasakan kuasa TUHAN akan membuahkan sikap mulia yang menjadi berkat bagi orang lain. Dari situlah kasih dan kuasa TUHAN semakin nyata bagi banyak orang.

Pekabaran Injil tidak cukup hanya dengan kata-kata. Injil menjadi mudah diterima melalui sikap hidup yang mulia.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*