suplemenGKI.com

Rabu, 20 November 2013
Mazmur 46:11-12 

Pengantar
Setahun mendatang, situasi macam apakah yang kita hadapi? Apakah banjir, gempa dan tsunami kembali melanda sejumlah daerah di Indonesia? Apakah justru kemarau panjang terus menerus terjadi? Apakah kampanye partai-partai dan segala hal yang berkaitan dengan persiapan Pemilu 2014 akan menimbulkan gelombang kerusuhan? Apakah ekonomi Indonesia semakin terpuruk? Apakah orang Kristen akan semakin terpojokkan oleh fanatisme kelompok agama lain? Semua kesulitan dan tantangan yang sedang atau akan kita hadapi itu bagaikan laut yang bergelora, “ribut dan berbuih airnya.” Bila kita berada dalam situasi yang galau seperti ini, apakah yang perlu kita lakukan? Marilah kita merenungkannya!

Pemahaman
• Apakah makna “diamlah!” dalam ayat 11?
• Mengapa pembaca diminta diam?

Istilah Ibrani “diamlah” ini juga dapat diterjemahkan dengan “lepaskanlah”, yaitu berhentilah memegang hal-hal yang menghalangi Anda meninggikan ALLAH dan memberikan Dia tempat-Nya yang layak dalam hidup Anda. Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah ALLAH, mengandung ide tentang menahan diri dari perjuangan yang sia-sia serta kurangnya keyakinan pada kuasa ALLAH. Kita diingatkan untuk terus mempercayai bahwa kuasa ALLAH mengatasi segala sesuatu.

Oleh karena itu, jangan takut dan panik. Situasi boleh menjadi semakin parah dan menakutkan, tetapi selama kita berlindung pada ALLAH kita tidak perlu takut. ALLAH digambarkan sebagai benteng yang menjadi tempat perlindungan. Pada zaman dulu, sebuah kota sering kali terancam serangan musuh atau gerombolan penjahat. Sebab itu betapa penting memiliki benteng yang teguh dan kuat. ALLAH sendirilah benteng teguh yang menjamin keamanan dan kelangsungan hidup umat-Nya.

Sesungguhnya tidaklah mudah untuk mengimani kehadiran dan kuasa ALLAH yang memberi perlindungan dan rasa aman. Manakala manusia dilanda prahara persoalan, hatinya galau dan cenderung mengandalkan kekuatan sendiri, berpegang pada pengertiannya sendiri. Dalam situasi seperti ini perlu diam sejenak agar dapat melepaskan pegangan dari diri kemanusiaan yang rapuh dan merasakan keadiran dan kuasa ALLAH yang dapat diandalkan. Ketika kita panik, galau dan dikuasai ketakutan, sesungguhnya sulit untuk merasakan kehadiran kuasa TUHAN yang sedang bekerja. Semakin tak mampu merasakan aliran kuasa TUHAN maka semakin rapuhlah manusia. Untuk itulah betapa penting setiap hari kita menyegarkan iman dengan merasakan aliran kekuatan dan perlindungan TUHAN. Hal ini bisa kita rasakan apabila kita melepaskan diri sejenak dari kesibukan dan pelbagai pikiran yang justru membuat kita resah. Berdiamlah!

Refleksi
Apakah Anda memiliki kesempatan diam sejenak untuk merasakan aliran kuasa dan perlindungan TUHAN? Ataukah Anda terlalu sibuk dan terhanyut dalam pusaran arus kegalauan dan kepanikan? Sekarang diamlah, tariklah nafas dalam-dalam dan hembuskan. Sadarilah dan rasakanlah aliran nafas kehidupan anugerah TUHAN yang menguatkan kehidupan. Ketika merasakan aliran nafas, ingatlah bahwa aliran kekuatan dan perlindungan TUHAN sedang bekerja dalam hidup Anda.

Tekadku
TUHAN, tolonglah aku agar selalu memiliki waktu untuk berdiam diri sejenak agar alirah kekuatan dan perlindunganMu selalu dapat kurasakan.

Tindakanku
Betapa pun padatnya pekerjaanku dan betapa rumitnya persoalanku, aku akan selalu menyediakan waktu minimal 15 menit untuk berdiam merasakan kekuatan dan perlindungan ALLAH yang memberiku rasa aman.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*