suplemenGKI.com

Selasa, 15 Oktober 2013

Kejadian 32:22-32

PENGANTAR

Setelah melakukan berbagai upaya untuk menghadapi ketakutannya, ternyata Yakub masih belum merasa tenang. Itulah sebabnya dia masih membutuhkan waktu untuk menyendiri. Kehadiran seorang laki-laki yang kemudian kita ketahui sebagai utusan Allah sendiri merupakan jawaban atas doa Yakub.

 

PEMAHAMAN

  1. Ayat 22-23: Sungai Yabok termasuk sungai yang arusnya cukup deras. Dengan demikian, malam hari bukanlah waktu yang terbaik untuk menyeberangi sungai itu. Namun, Yakub membawa seluruh keluarganya menyeberangi sungai itu pada malam hari. Apa yang dapat kita simpulkan mengenai keadaan Yakub pada waktu itu?
  2. Siapakah laki-laki yang bergulat dengan Yakub? (lihat 28-30) Apa yang Yakub minta dari laki-laki ini? Mengapa Yakub meminta hal itu?
  3. Ayat 27-32: Apa arti pergantian nama Yakub menjadi Israel? (ay.27-29, lihat juga 27:26) Apa arti pergumulan ini bagi Yakub sendiri? (ay.30) Apa arti pergumulan ini bagi seluruh orang Israel? (ay.31-32)

 

Tindakan Yakub menyeberang sungai Yabok pada malam hari menunjukkan betapa kacaunya pikiran Yakub. Seperti kebanyakan orang yang sedang gelisah dan kalut, Yakub juga ingin menyendiri. Tetapi, untuk kesekian kalinya, Tuhan tidak membiarkan Yakub menghadapi persoalannya sendirian. Tuhan mengutus seorang laki-laki mendatangi Yakub. Dan terjadilah pergulatan semalam suntuk itu.

Ketika laki-laki itu hendak bergegas pergi ketika fajar menyingsing, Yakub pun tahu dengan siapa dia bergumul, bukan dengan manusia biasa, melainkan dengan utusan Allah. Karena itulah Yakub bertanya tentang namanya dan memaksanya untuk memberkatinya. Laki-laki itupun memberkatinya. Yakub menamai tempat itu Pniel (artinya, wajah Allah) karena ia telah melihat Allah berhadapan muka dan tetap selamat. Itu berarti bahwa dia telah mendapat kasih karunia di hadapanNya.

Perhatian khusus memang perlu diberikan kepada penggantian nama Yakub menjadi Israel. Nama Yakub yang berarti ”penipu” (27:36) diganti menjadi Israel yang bisa diterjemahkan sebagai ”kamu telah bergumul dengan Allah” atau bisa juga berarti ”Allah yang berjuang/ berperang.” Dengan pergantian nama ini maka Yakub tidak bisa terus-menerus mengandalkan kecerdikannya melainkan harus mengandalkan campur tangan Allah dalam hidupnya.

 

REFLEKSI

Bercermin dari Yakub, meski tidak harus berganti nama, tentunya juga ada bagian-bagian dari hidup kita yang harus diubah. Untuk kehidupan Anda sendiri, bagian-bagian manakah itu?

 

TEKADKU

Bapa di Surga, hari ini Engkau menyadarkan aku bahwa aku akan sulit melihat campur tanganMu, Bapa yang penuh kasih bila diriku terus-menerus mengandalkan kecerdikan dan kemampuanku sendiri.  Dan sama seperti Yakub bisa berubah dari kebiasaan-kebiasaan buruknya, aku yakin aku pun mampu berubah dengan pertolongan kuasaMu yang menyertaiku. Amin.

TINDAKANKU

Dari refleksi Anda, kini sebelum mengakhiri saat teduh, pikirkanlah bagaimana cara Anda melakukan perubahan-perubahan yang telah Anda temukan tadi.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*