suplemenGKI.com

Kamis, 17 Oktober 2013

Lukas 18:1-8

PENGANTAR

Sebagian orang menganggap doa hanya seperti mengirimkan daftar permintaan semata. Jika ada kebutuhan, baru orang berdoa. Sehingga ketika semua berjalan sesuai keinginan, maka orang menjadi jarang berdoa. Itulah sebabnya Tuhan Yesus menyampaikan perumpamaan ini supaya orang percaya memiliki pemahaman yang benar tentang doa dan tentang Bapa Surgawi.

 

PEMAHAMAN

Belajar dari perumpamaan tentang hakim yang tidak benar,

  1. Apa pentingnya doa dalam kehidupan Kristen?
  2. Mengapa kita perlu selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu?
  3. Apa upah bagi mereka yang bertekun?

 

Doa merupakan sarana bagi kita untuk berhubungan dengan Tuhan. Semakin rajin kita berdoa, hubungan kita akan semakin dekat, kita pun akan semakin peka terhadap suaraNya. Jika doa hanya dipahami sebagai sarana mendapatkan segala yang kita inginkan, maka hal terindah yang kita dapatkan dari doa itu tidak akan kita rasakan dan dapatkan. Sesuatu yang melebihi segala kenikmatan karena mendapatkan apa yang menjadi kebutuhan hidup kita, yaitu keintiman dengan Bapa yang penuh kasih.

Seringkali ketidaksabaran menjadi penghalang terbesar bagi kita untuk menikmati janji-janji Tuhan.  Tuhan Yesus memberikan sebuah perumpamaan tentang seorang janda, sosok yang lemah dan sering digambarkan sebagai figur yang tertindas dan diperlakukan tidak adil di dalam Alkitab, dan seorang hakim yang lalim. Jika hakim yang lalim saja bisa luluh terhadap permohonan tidak jemu-jemu, dan pada akhirnya mau mengabulkan permintaan si janda, terlebih Tuhan yang penuh kasih setia dan mengasihi manusia ciptaanNya sendiri tentu lebih mendengarkan seruan kita. Dia tidak akan mengulur-ulur waktu untuk menolong kita! Janji Tuhan akan selalu ditepati. Yang jadi masalah seringkali kita memandang hanya berdasarkan apa yang terbaik menurut kita sendiri saja, bukan kepada apa yang terbaik menurut Tuhan.

 

REFLEKSI

Renungkanlah bagaimana pasang surut kehidupan doa Anda belakangan ini. Pada saat seperti apa kehidupan doa Anda cenderung ‘naik’ dan pada saat kapan cenderung ‘turun’? Adakah keintiman dengan Tuhan dapat Anda rasakan ketika Anda berdoa? Jika belum, mungkin ada yang harus Anda ubah dengan cara atau tujuan Anda berdoa.

 

TEKADKU

Bapaku yang baik, terima kasih karena Engkau senantiasa hadir dan merindukan saat-saat untuk bertemu denganku. Aku malu karena terkadang aku tidak merasakan kerinduan yang begitu dalam terhadapMu dan bahkan mungkin aku sulit untuk Engkau temukan ketika aku larut dalam kesibukan, kegembiraan dan persoalan-persoalan hidupku. Dan yang lebih menyedihkan hatiMu adalah aku hanya mendekat kepadaMu ketika ada sesuatu yang kuminta dariMu untuk kepentinganku. Kini tolong aku Bapa untuk merasakan dan membangun keintiman denganMu melalui jam-jam doa yang kusediakan dalam hari-hariku. Amin

TINDAKANKU

Hari ini, luangkan waktu khusus untuk Anda ngobrol dengan Tuhan tanpa gangguan dan tentunya bukan sekadar doa tidur atau makan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*