suplemenGKI.com

Senin, 8 Nov 2010
Maleakhi 4:1-2

Hidup ini penuh dengan pilihan. Setiap hari kita harus memilih. Setiap pilihan ada resikonya. Salah menentukan pilihan hidup akan berdampak pada masa depan.
Ayat 1: Bagaimanakah gambaran kedatangan “hari TUHAN “ dalam bacaan hari ini?
Apakah dampak pilihan hidup orang fasik?
Ayat 2: Apakah dampak dari pilihan hidup “takut akan TUHAN”?

Renungan

Kitab Maleakhi dilatarbelakangi oleh keadaan masyarakat Yahudi yang jatuh dalam berbagai dosa yang mendukakan hati TUHAN. Hal itu tampak antara lain: para imam yang lalai dalam menunaikan tugasnya di Bait Suci ( 1:6-2:9). Umat pun hidup tidak sesuai dengan kehendak ALLAH. Mereka melakukan perceraian dan perkawinan campur dengan bangsa yang tidak mengenal ALLAH (2:10-16). Mereka juga lalai memberikan persembahan (3:6-12). Bagi mereka, ibadah kepada ALLAH itu sia-sia, tidak ada untungnya (3:13-15). Mereka telah memilih hidup menurut keinginan dan nafsu duniawi bukan menurut kehendak TUHAN

Apakah dampak dari pilihan hidup orang fasik? Nabi “utusan TUHAN” menegaskan bahwa akan datang murka TUHAN bagi umat yang hidup tidak sesuai dengan kehendak-Nya. Itulah yang disebut hari TUHAN. Datangnya Hari TUHAN digambarkan seperti api yang memurnikan. Hari TUHAN akan tiba sebagai hari kehancuran orang-orang fasik. Mereka akan seperti jerami yang terbakar. Sebaliknya mereka yang takut akan TUHAN kelak menjadi umat kesayangan-Nya. Pada hari TUHAN mereka akan mendapatkan kegembiraan. Bagi mereka akan terbit surya kebenaran. Mereka akan mengalami keadilan dan merasakan kasih setia TUHAN. Pengalaman akan surya kebenaran membangkitkan semangat mereka yang takut akan TUHAN. Mereka akan keluar berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang. Mereka mengalami kemenangan.

Di jaman ini banyak orang lebih memilih hidup yang menyenangkan dan menuruti keinginan diri sendiri ( hidup kefasikan). Masyarakat kita mengalami degradasi moral. Kejahatan dan kriminalitas terjadi di mana-mana baik di kalangan rakyat kecil mapun para pejabat elit, di rumah maupun di tengah masyarakat.

Manakah yang menjadi pilihan hidup Saudara? Takut akan TUHAN ataukah hidup dalam kefasikan dengan menuruti keinginan sendiri? Ingatlah setiap pilihan ada dampaknya bagi masa depan. Berbagai persoalan dan tantangan kehidupan seringkali memperhadapkan kita pada situasi yang sulit untuk memilih jalan TUHAN ( hidup takut akan TUHAN). Lama kelamaan orang terbiasa memilih hidup menyenangkan dirinya sendiri sehingga tak menyadari kalau kehidupannya makin jauh dari jalan kebenaran yang TUHAN tunjukkan. Akibatnya kematian dan kehancuran mengintai kehidupannya.

Di tengah berbagai kesulitan hidup di jaman ini, masihkah Saudara memiliki komitmen untuk hidup takut akan TUHAN? Memang tidak mudah namun akan membawa berkat yang berfaedah untuk kebahagiaan masa depan.

Memilih hidup di jalan TUHAN akan mendatangkan kebahagiaan yang kekal.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*