suplemenGKI.com

Sabtu, 30 April

Yohanes 20:19-23

Meskipun anggaran Paskah biasanya relatif lebih sedikit dibandingkan anggaran Natal, namun setiap kali selesai Paskah, masih tetap tersirat sisa-sisa sukacita Paskah. Namun tidak demikian halnya dengan para murid Kristus. Mereka kehilangan sukacita Paskah. Syukurlah kalau hal itu tidak bertahan lama. Tapi bagaimana terjadinya? Itulah perenungan kita hari ini

-          Apakah yang terlintas dalam benak Saudara ketika membaca kalimat pertama dalam kisah ini? Gambaran seperti apakah yang ingin dikomunikasikan Penulis Injil Yohanes ketika dia membuka kisah ini dengan ungkapan “Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu”

-          Seandainya Saudara adalah salah satu dari para murid yang berada di pertemuan pada waktu itu, apakah salam “Damai sejahtera bagi kamu” dari Tuhan Yesus itu memiliki arti tertentu bagi Saudara? Bagaimanakah perasaan Saudara ketika mendengarkan salam itu?

Renungan:

“Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu” adalah suatu keterangan waktu yang sangat penting. Pertama, “Hari pertama minggu itu”, berarti minggu yang baru. Di minggu sebelumnya, ada rangkaian peristiwa yang menyedihkan. Perjamuan malam terakhir, di mana gong pengkhianatan Yudas dipukul, pergumulan dan penangkapan di taman Getsemani yang berlanjut pada pengadilan marathon dalam kurun waktu 1×24 jam dan menghasilkan penyaliban Kristus. Lalu, kematian dan penguburan Kristus. Semuanya itu terjadi pada minggu sebelumnya.

Kedua, rangkaian peristiwa yang menyedihkan itu berakhir dengan peristiwa yang membingungkan, mencemaskan serta menakutkan. Membingungkan dan sekaligus mencemaskan karena para murid itu menemui kenyataan bahwa kubur Kristus telah kosong. Berita kebangkitan Kristus nampaknya belumlah dapat diterima pikiran mereka. Kemungkinan lain ialah ada pihak-pihak yang “mencuri” mayat Kristus. Meski kemungkinan tersebut dapat disanggah dengan adanya meterai pada batu penutup kubur serta sejumlah prajurit Romawi yang menjaga kubur itu. Tapi bukankah itu justru menimbulkan spekulasi baru? Jangan-jangan semua itu merupakan bagian dari skenario para pemimpin Yahudi. Kemungkinan terakhir ini cukup masuk akal karena sekarang mereka berada dalam posisi tertuduh. Para pemimpin Yahudi itu menyebarkan fitnah yang memojokkan para murid. “Mayat Kristus telah hilang karena dicuri murid-murid-Nya”. Fitnah itu membuat mereka ketakutan, sehingga mereka berkumpul di suatu ruangan dengan pintu-pintu yang terkunci.

Ketiga, perasaan bingung, cemas dan takut ini semakin menjadi karena ini hari pertama minggu baru. Kemarin baru saja dirayakan Paskah. Ribuan orang berkumpul di Yerusalem untuk merayakannya. Hal itu dapat mempersempit ruang gerak para pemimpin Yahudi untuk “menyerbu” mereka. Tapi kini? Semua telah pergi. Kesempatan mereka ditindak semakin besar.

Di tengah-tengah situasi yang seperti inilah Kristus datang dengan memberi salam “Damai sejahtera bagi kamu”. Betapa melegakan kehadiran Kristus dan salam-Nya itu.

Ketakutan hilang kala Tuhan datang

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*