suplemenGKI.com

Minggu, 1 Mei

Yohanes 20:24-31

Ada saat dalam hidup ini, di mana kita mengalami krisis percaya. Namun ini bukanlah hal yang boleh dimaklumi, melainkan harus diperangi. Melalui perikop hari ini, kita akan merenungkan tokoh yang memberikan kita perenungan tentang sikap Allah terhadap ketidak-percayaan

-          Mengapa Penulis Injil Yohanes mencatat penampakan diri Tuhan Yesus berturut-turut? Adakah perbedaan di antara kedua kisah ini?

-          Menurut Saudara, apakah Tomas akhirnya mengulurkan dan mencucukkan tangannya ke dalam lambung Tuhan Yesus? Mengapa?

-          Apakah keunikan pengakuan Tomas, “Ya Tuhanku dan Allahku” bagi Saudara? Atas dasar apakah Tomas mengungkapkan pengakuannya itu?

Renungan:

Ada beberapa kemiripin antara kisah penampakan diri Kristus dalam perikop kita hari ini dengan yang kemarin. Misalnya: yang berkumpul pada waktu itu adalah para murid Kristus, hanya saja kali ini ada Tomas, sedangkan yang sebelumnya tidak ada. Kemudian kedua lokasi kejadian penampakan diri Kristus ini kemungkinan juga di tempat atau ruang yang sama dan semua pintunya juga sama-sama dalam keadaan terkunci semua. Selain itu Kristus juga sama-sama hadir secara ilahi sambil memberi salam, “Damai sejahtera bagi kamu!”.

Namun, situasi dan kondisi yang ada di balik kedua penampakan diri Kristus ini berbeda. Pada penampakan diri sebelumnya ada aneka perasaan para murid yang bercampur aduk, bingung, cemas dan juga takut. Sedangkan yang kali ini lebih didominasi oleh ketidak-percayaan Tomas. Meski sudah diberitahu oleh sepuluh orang rekannya, bahwa Kristus telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada mereka, Tomas tetap tidak mau percaya. Ketidakpercayaan inilah yang dijawab Kristus pada saat menampakkan diri kepada para murid-Nya tersebut.

Setelah memberikan salam, Kristus langsung mengundang Tomas untuk menjawab ketidak-percayaan tersebut. Alkitab tidak mencatat bahwa pada akhirnya Tomas memang benar-benar mengulurkan tangannya dan mencucukkannya ke dalam lambung Kristus. Kehadiran Kristus yang sedemikian nyata itu sendiri sudah menjawab ketidak-percayaan Tomas. Ditambah lagi dengan cara Kristus yang menyapa Tomas dengan mengulang kalimat ketidak-percayaan Tomas. Semua itu mengikis ketidak-percayaan Tomas serta memupuk iman Tomas sehingga akhirnya Tomas dapat memberikan rumusan pengakuan iman yang luar biasa, “Ya Tuhanku dan Allahku”.

Pernyataan ini sungguh luar biasa, apalagi kalau kita mengerti situasi pada waktu itu. Pengakuan “Tuhan dan Allah” adalah format pengakuan yang biasanya dikenakan bangsa Romawi kepada kaisar. Sebab bagi bangsa Romawi, kaisar adalah dominus ac dues (tuhan dan allah). Sedangkan bagi orang Yahudi sendiri, pengakuan semacam ini hanya dikenakan kepada YHWH sendiri (bnd. Maz. 35:23). Jadi ini adalah pengakuan iman yang melawan Yahudi dan Romawi, pengakuan iman yang berani mati demi Allah yang hidup. Pengakuan iman macam apakah yang Saudara miliki?

Pengakuan iman yang sejati lahir dari hati yang rela merugi

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*