suplemenGKI.com

Sabtu, 17 Agustus 2013
Lukas 12:49-53

Pengantar 
Bacaan hari ini memuat perkataan TUHAN YESUS yang keras dan sulit dipahami. Bagaimanakah mungkin KRISTUS yang dikenal sebagai Pembawa damai justru mengatakan: “Aku datang untuk membawa pertentangan!” Apakah ini berarti kedatangan KRISTUS membawa peperangan? Marilah kita merenungkannnya!

Pemahaman
• Ayat 49-50 : Mengapa KRISTUS melempar api ke bumi? Apakah makna api itu?
• Ayat 51-53 : Mengapa mengikut KRISTUS mengundang pertentangan dengan orang-orang yang kita kasihi?

Kedatangan KRISTUS diibaratkan seperti melempar api ke bumi. Api ini adalah lambang yang membersihkan dan membakar hati orang. Api melambangkan pemisahan dan penghakiman Ilahi. Saat KRISTUS datang ke dunia, Ia menderita dan mati disalibkan. Inilah yang dimaksud dengan “Aku menerima baptisan yang harus ku terima”. ( Mrk 10:38). Baptisan yang dimaksud adalah kematian-Nya. IA ditenggelamkan dalam kesengsaraan dan kematian-Nya. Dan melalui kematian-Nya, IA menyatakan penghakiman kepada umat manusia.

Kedatangan KRISTUS sendiri telah menimbulkan pertentangan dan penghakiman. Kedatangan-Nya tidak membawa damai bagi mereka yang menolak karya penebusan ALLAH di dalam DIA ( I Kor 1:22-23) Kematian KRISTUS dimaksudkan untuk menghadirkan damai sejahtera dan keselamatan bagi seluruh umat manusia. Akan tetapi bagi orang yang menolak kematian KRISTUS, damai sejahtera ALLAH tidak tinggal dalam hatinya sehingga muncullah sikap permusuhan dan kebencian. Penolakan terhadap kematian KRISTUS berarti penolakan terhadap pemulihan hubungan manusia dengan ALLAH. Karena itu mereka kehilangan damai sejahtera yang menyebabkan mereka membenci dan memusuhi anggota keluarga yang percaya pada penebusan KRISTUS. Semangat fanatisme dan penganiayaan akan memutuskan tali persaudaraan dan kasih sayang yang paling kuat (lih. Mat. 10:35 dan Mat. 24:7). Oleh karena itu, janganlah murid-murid Kristus mengidam-idamkan damai di bumi bagi diri mereka, sebab mereka diutus seperti domba di tengah-tengah serigala.

Refleksi:
Dalam keheningan, renungkanlah: “ Apabila aku ditolak dan ditentang oleh orang di sekitarku karena aku pengikut KRISTUS, apakah aku mampu membangun jembatan damai untuk mereka?”

Tekadku
TUHAN, tolonglah agar aku mampu menghadirkan damai KRISTUS di tengah pertentangan yang kualami.

Tindakanku
• Mulai hari ini aku akan selalu berdoa untuk mereka yang menentang iman Kristen.
• Aku akan terus berkomunikasi dengan mereka yang belum merasakan damai KRISTUS.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Comment for this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*