suplemenGKI.com

Kamis, 14 Januari 2016

Mazmur 36:10-11

PENGANTAR

Hampir setiap minggu dalam Kebaktian Minggu kita mengucapkan ikrar iman kita melalui Pengakuan Iman Rasuli. Di situ kita mengaku bahwa Allah adalah Pencipta kehidupan ini. Tetapi pertanyaan penting yang sesungguhnya adalah; sejauh mana pengakuan itu kita hayati dan lakukan dalam kehidupan kita? Sudahkah kehidupan kita mencerminkan pengakuan yang menyatakan bahwa Allah adalah sumber kehidupan kita? Atau jangan-jangan, mulut kita hanya mengucapkan pengakuan itu, tetapi hati kita meragukannya !

PEMAHAMAN

  • Ayat 10 : Menurut ayat ini, apa yang kita jumpai dalam Allah ?
  • Ayat 11 : Apa yang Allah nyatakan kepada umat-Nya yang setia?

Keunikan dari Kitab Mazmur selain dari fungsinya sebagai buku nyanyian umat Yahudi adalah tiap-tiap syair di dalamnya mencerminkan isi hati si penulis. Ada syair yang menggambarkan ratapan kesedihan, kegembiraan, pengakuan dosa, kepercayaan kepada TUHAN, dan penyerahan diri kepada TUHAN. Singkatnya; Kitab Mazmur adalah kitab yang selalu memposisikan sisi kemanusiaan menjadi cara berkomunikasi kepada TUHAN. Demikian juga pada bagian yang kita baca hari ini.

Pasal 36 sejatinya berbicara soal keadilan Allah kepada umat-Nya yang sedang tertindas. Tentu tidak ada seorangpun di bumi ini yang ingin hidup dalam penindasan. Di pasal ini, Pemazmur berseru kepada TUHAN sekaligus memuji-muji Allah. Pemazmur yakin bahwa Allahnya bukanlah Allah yang diam dan mendiamkan umat dalam kesengsaraannya. Ayat 10 dan 11 secara khusus berbicara tentang suatu pengakuan penting, bahwa Allah-lah sumber kehidupan satu-satunya. Pengakuan bahwa Allah sebagai sumber kehidupan merupakan sebuah pengakuan yang memberi kekuatan bagi si Pemazmur dalam menjalani hidupnya yang tertatih-tatih oleh karena pergumulan yang ia alami. Baginya, sekalipun pergumulan itu amat sangat berat, selama kita setia kepada-Nya maka Ia akan menunjukkan keadilan-Nya dan kasih-Nya pada kita, oleh karena Ia-lah Sang Sumber Kehidupan itu sendiri.

Keadilan dan kasih setia Tuhan itu mungkin belum nampak sekarang, tetapi yakinlah, bahwa pada saat yang Ia sudah tentukan, sebuah busur pelangi yang indah akan Ia berikan kepada kita.“Janganlah cemas, Janganlah takut, di dalam Tuhan berlimpah Rahmat !Janganlah cemas, janganlah takut, serahkan Tuhan!” (Nyanyian Doa Taize)

REFLEKSI

Ambillah waktu teduh pribadi. Dalam keteduhan, pejamkan mata anda, lalu mulailah berbicara kepada Tuhan, seakan-akan Ia ada di hadapan Anda. Ungkapkan segala pergumulan Anda pada-Nya. Akhiri dengan sebuah doa memohon kekuatan pada-Nya dan nyanyikanlah refrein lagu Pelangi Kasih: “ Tangan Tuhan sedang merenda suatu karya  yang agung mulia. Saatnya ‘kan tiba nanti, kau lihat pelangi kasih-Nya”.

TEKADKU

Ya Allah, dalam setiap pergumulan yang kualami, ajarlah aku untuk selalu berpaut pada-Mu. Jangan biarkan ketakutan dan godaan dunia menarik diriku. Hanya kasih dan keadilan-Mu saja yang menjadi andalan kehidupanku.

TINDAKANKU

Hari ini aku akan selalu semangat dalam menghadapi pergumulan-pergumulanku. Aku juga akan setia pada Tuhan, karena aku yakin Ia tak akan melalaikanku.

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«