suplemenGKI.com

Yohanes 1:10-18

Pada umumnya, orang-orang Kristen yakin bahwa Kristus datang sebagai Terang yang mengalahkan kegelapan dunia (Yoh. 1:5, 9). Namun, tahukah Anda bahwa “kuasa” untuk mengalahkan kegelapan dunia juga diberikan kepada orang-orang yang menerima-Nya dan yang percaya dalam nama-Nya? Di ayat 12, Yohanes menuliskan: “Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.” Istilah “kuasa” di sini mengandung dua aspek, yaitu otoritas (hak) dan kapasitas (kemampuan). Otoritas dan kapasitas menjadi anak-anak Allah itu merupakan sumber kekuatan yang penting bagi orang-orang percaya dalam menghadapi pergumulan hidupnya.
Otoritas atau hak untuk menjadi anak-anak Allah dianugerahkan kepada kita berdasarkan karya Allah di masa lampau, yaitu karya penebusan yang dilakukan oleh Yesus Kristus (Efesus 1:5-8). Melalui karya penebusan Kristus itulah yang membuat Allah “mengadopsi” kita menjadi anak-anak-Nya. Di zaman Perjanjian Lama, Allah juga melakukan tindakan yang serupa bagi umat-Nya, bangsa Israel (Yeremia 31:11). Karya penebusan Allah itulah yang memberikan jaminan bahwa Allah akan menopang kehidupan kita, anak-anak-Nya. Otoritas dan hak sebagai anak-anak Allah inilah yang menjadi landasan kita untuk menghadapi situasi dan kondisi kehidupan yang sukar dengan penuh iman. Pada kenyataannya, kita sering kehilangan “iman” kita justru pada waktu kita sangat membutuhknya. Kita justru merasa putus asa karena masalah kita hadapi itu sedemikian besar, jauh lebih besar dari kekuatan kita sendiri. Namun, apakah masalah tersebut lebih besar dari kuasa Allah? Memang, ada banyak masalah yang lebih besar dari kekuatan tangan kita, namun tidak ada masalah yang melampaui kekuatan tangan-Nya.
Kapasitas atau kemampuan menjadi anak-anak Allah dianugerahkan melalui kuasa Roh Kudus yang menyertai orang-orang percaya (Efesus 1:13-14). Memang, semua orang mempunyai kemampuan untuk menghadapi masalah yang muncul di dalam hidupnya. Allah menganugerahi manusia dengan akal budi, perasaan, panca indra, dan berbagai macam anggota tubuh yang dapat digunakan untuk menjalani kehidupannya di dunia. Kehadiran Roh Kudus tidak serta merta mematikan semua kemampuan manusiawi kita. Namun, kuasa Roh Kudus yang bekerja dalam hidup kita meningkatkan kemampuan manusiawi kita menjadi berlipat ganda. Jadi, orang-orang percaya menghadapi pergumulan hidupnya dengan kapasitas manusiawi yang telah di-upgrade dan ditopang oleh kuasa ilahi. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kapasitas atau kemampuan untuk hidup sebagai anak-anak Allah itu bukanlah “barang jadi”. Agar dapat benar-benar bermanfaat, kapasitas itu harus digunakan dengan baik. Agar dapat menggunakannya dengan baik, kita perlu melatih kapasitas yang kita miliki. Masalah-masalah yang kita hadapi setiap hari sesunguhnya adalah kesempatan untuk melatih kapasitas tersebut. Di dalam setiap masalah itu kita dapat belajar melihat, memahami, dan menggunakan dengan benar kuasa Allah yang bekerja dalam kehidupan kita.
Memasuki tahun baru, mungkin kita harus menghadapi pergumulan hidup yang besar, lebih besar dari kekuatan kita. Namun, kita tidak harus menghadapinya dengan kekuatan kita sendiri. Allah ikut campur tangan dalam kehidupan kita. Kuasa Allah akan memampukan kita menghadapinya dengan otoritas dan kapasitas sebagai anak-anak Allah.

— TW –

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*