suplemenGKI.com
bumi mengerang apa yang kita lakukan - gki ressud

(Mazmur 104)

Akhir-akhir ini semakin banyak orang yang sadar pentingnya menjaga dan memelihara lingkungan hidup kita. Kesadaran ini muncul setelah kita merasakan bahaya dampak negatif dari akibat perusakan lingkungan. Kita mulai tergugah setelah kita merasakan situasi bumi yang makin panas (global warming).

<Kita gelisah karena bumi mulai menunjukkan reaksinya atas perbuatan manusia dan kita seakan tidak berdaya menghadapinya. Ketika banjir, tanah longsor, luapan lumpur panas, pencemaran air, udara, dan tanah mulai menghantui hidup kita, barulah manusia seakan dipaksa untuk berhenti sejenak meluangkan waktu untuk melihat ada apa dengan alam semesta ini? Bukankah ini menunjukkan bahwa bagi sebagian orang, kepedulian akan lingkungan hidup belum menjadi bagian dari dalam dirinya sendiri? Mari kita belajar dari Firman Tuhan, Mazmur 104 ini menggambarkan suatu keselarasan dan keterkaitan yang erat antara alam semesta, manusia, Tuhan sebagai sang Pencipta. Setidaknya ada tiga hal yang dapat kita pelajari sikap pemazmur.

Pertama, pemazmur menghargai alam semesta ini. Pemazmur mampu menangkap keagungan dan keindahan alam semesta ini dan menyikapinya dengan benar. Pertama pemazmur melihat kebesaran Tuhan melalui alam ini, kedua, pemazmur terdorong untuk menyanyi dan bermazmur bagi Tuhan seumur hidupnya (ay.33,34). Keindahan alam semesta membuat pemazmur melihat kebesaran Tuhan dalam hidupnya. Bagaimana kita memandang kekayaan alam kita, apakah semata-mata keuntungan yang dapat kita eksploitasi demi memperkaya diri kita sendiri?

Kedua, pemazmur sadar bahwa alam semesta ini milik Tuhan. Tuhan menciptakan alam ini untuk kemuliaan nama-Nya. Segala yang ada dalam alam ini adalah ciptaan Tuhan dan milik Tuhan. Tuhan menempatkan manusia untuk mengelola alam ini, namun manusia bukan pemilik (ay.14). Karena manusia bukan pemilik alam semesta ini, seharusnya kita bertanggungjawab kepada Tuhan atas segala sesuatu yang kita lakukan terhadap alam semesta ini.

Ketiga, pemazmur bersikap proaktif, bukan reaktif. Perhatian dan kepedulian pemazmur terhadap alam semesta ini muncul dari dalam dirinya. Jauh sebelum pemazmur mengalami bahaya global warming, ia sudah dapat menghargai dan memandang alam ini dengan benar. Kepedulian terhadap lingkungan hidup seharusnya menjadi bagian internal dalam diri kita. (TA)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«