suplemenGKI.com


Senin, 26 September 2011

Yesaya 5:1-7

Apakah yang Saudara rasakan apabila menanam pohon anggur tapi tak menghasilkan buah yang lebat dan manis? Pasti kecewa, bukan? Pada suatu hari saya membeli bibit pohon anggur merah. Si penjual mengatakan bahwa ini adalah anggur merah yang besar dan manis. Saya menanamnya dan terus berharap kapan buah yang lebat dan manis itu muncul. Ternyata pohon anggur itu hanya berbuah sedikit, kecil-kecil dan asam. Duh, betapa kecewanya saya! Bila buah mengecewakan, apa yang perlu kita sadari dan lakukan? Mari kita belajar dari kisah sedih buah anggur.

Pendalaman teks Alkitab

Ayat 1 – 2: Siapakah yang dimaksud dengan pemilik kebun anggur yang disapa dengan “kekasihku” dalam ayat-ayat ini? Siapa pula yang disebut sebagai kebun anggur ?
Upaya apakah yang dilakukan oleh Sang Pemilik Kebun Anggur untuk mewujudkan harapan pohon anggur menghasilkan buah yang baik?
Ayat 3 – 4: Apakah yang dirasakan Sang Pemilik Kebun Anggur ketika mengetahui pohon anggurnya menghasilkan buah yang asam?
Ayat 5-6 : Apakah yang dilakukan Sang Pemilik Kebun Anggur terhadap pohon anggur yang mengecewakan itu?
Apakah yang akan dilakukan TUHAN jikalau umat-Nya menghasilkan buah perilaku kehidupan yang mendukakan hati-Nya?
Ayat 7 : Apa buah perilaku “asam” yang dilakukan umat Israel?

Renungan

Dalam bacaan ini kita menemukan metafor tentang kebun anggur. Kebun anggur melambangkan kehidupan umat TUHAN yaitu Israel dan Yehuda. Sedangkan pengusaha dan pemilik kebun anggur yang disapa Yesaya sebagai “kekasihku” adalah TUHAN. Bacaan ini hendak menggambarkan betapa serius dan bertanggungjawabnya Sang Pemilik Kebun Anggur. Ia menanam, merawat dan memelihara kebun anggurnya dengan sangat baik dan penuh tanggungjawab. Ia memilih lokasi yang baik dan subur. Ia mencangkul tanahnya dengan baik dan membuang batu-batu yang mengganggu. Ia juga melindungi kebun anggurnya. Ia memagarinya dengan pohon berduri untuk melindunginya dari serangan musuh. Ia juga mendirikan menara jaga agar kebun anggur itu tidak dimasuki orang-orang yang tidak berhak. Sang Pemilik bekerja keras dan berupaya secara maksimal untuk menanam dan merawat kebun anggur itu dengan harapan agar kebun anggurnya menghasilkan buah yang baik.

Selanjutnya apa yang terjadi? Ternyata kebun anggur itu tidak menghasilkan buah baik seperti yang diharapkan Sang Pemilik. Kehidupan umat TUHAN tidak menghasilkan buah baik seperti yang diharapkan TUHAN. Kebun anggur itu hanya menghasilkan buah yang asam yaitu keonaran dan kelaliman bukan keadilan dan kebenaran. Ini sangat mengecewakan. Oleh karena itu IA akan menebang pagar-pagar duri kebun-Nya dan merobohkan temboknya. Akibatnya pihak ketiga, siapa pun itu (hewan ataupun manusia) leluasa menginjak-nginjak dan merusak kebun anggur itu. Kebun itu juga dibiarkan dihancurkan oleh sesama tumbuhan dan onak duri karena tidak disiangi, tidak dibersihkan dan tidak dirawat lagi. Awan pun tidak menurunkan hujan ke atas kebun anggur itu. TUHAN membiarkan kebun anggurnya rosak total walupun sesungguhnya kebun anggur itu kesayangan dan kesukaan TUHAN.

Kisah sedih kebun anggur ini disampaikan Yesaya sebagai nubuatan mengenai hukumam yang akan diberikan TUHAN kepada umat Israel. Sungguh dahsyat penghukuman yang diberikan kepada pohon anggur yang gagal berbuah. Demikian pula TUHAN murka terhadap umat-Nya yang gagal berbuah dalam kehidupan ini.

Kita bersyukur karena TUHAN memelihara keluarga kita dengan sangat baik, namun apakah kita sudah melakukan tanggung jawab untuk menghasilkan buah manis yang menyenangkan hati TUHAN dan menjadi berkat bagi sesama? Syukuri dan hargai karya kasih dan pemeliharaan TUHAN pada keluarga Saudara dengan berjuang berperilaku manis yang memuliakan TUHAN dan menjadi berkat bagi sesama. Ingatlah TUHAN terus menantikan buah-buah manis dari kehidupan anak-anak-Nya. Buah manis apa yang Saudara persembahkan kepada TUHAN hari ini?


TUHAN tak pernah mengecewakan saya maka saya pun akan selalu berjuang menyenangkan hati TUHAN

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

2 Comments for this entry

  • pdt. Timothy Meliala says:

    jadilah kita menjadi umat Tuhan yang berbuah manis yaitu hidup suci, setiap saat menaruh kasih, memperlengkapi diri dengan hal hal yg menunjang SDM rohani kita sehingga kita sebagai umat Tuhan dapat selalu memproduksikan buah roh sebagai dasar kehidupan orang beriman. Kita sebagai ladang anggur memberikan diri untuk di garap sang pemilik kebun anggur yaitu Yesus Kristus untuk menghasilkan buah iman yg bernilai kwalifait dan bkn bernilai rendah sehingga tidak dapat di jual atau di pasarkan. Syalom dari kru Gereja Batak Karo Protestan.

  • karta says:

    Terimalah Kasih Karuni Tuhan dan pakailah untuk kemuliaan Tuhan.

    Syalommmmm

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*