suplemenGKI.com

Senin, 14 April 2014

Mazmur 114

 

Pengantar

Pernahkah Saudara memperhatikan bayi kupu-kupu yang sedang berjuang keluar dari lobang “rumahnya” yang sempit. Sekalipun lobang itu sempit dan menekan  tapi bayi kupu-kupu itu diberi kemampuan untuk keluar. Justru dalam kesempitan yang menekan itulah tubuhnya mengeluarkan cairan yang menguatkan sayap-sayapnya sehingga saat ia lepas, ia bisa terbang dengan sayap yang kuat.  Sungguh ajaib karya TUHAN. Apakah  Saudara menemukan keajaiban-keajaiban lain di alam semesta ini? Hari ini kita akan merenungkan tentang keajaiban karya TUHAN yang dituturkan Pemazmur.

Pemahaman

Ayat  1-6              : Apakah yang menyebabkan laut, sungai, gunung dan bukit bergerak dan melompat?

Ayat 7-8               : Apakah yang Saudara pahami tentang gemetar di hadapan TUHAN? Mengapa bumi gemetar di hadapan TUHAN ?

Mazmur 114 merupakan renungan atas keluarnya Israel dari Mesir.  Dengan bahasa singkat pemazmur menyajikan temanya, yaitu keluar dari Mesir dan selanjutnya bermukim di Kanaan. Allah membawa umat-Nya keluar dari negeri yang asing bahasanya ke negeri mereka sendiri. Acuan yang paralel pada Yehuda dan Israel menunjuk pada zaman ketika Bait Suci merupakan pusat ibadah, dan kawasan utara dianggap sebagai bagian dari kekuasaan Allah.

Dengan imajinasi yang puitis pemazmur menceritakan pengaruh perbuatan-perbuatan Allah terhadap alam. Laut, sungai Yordan, gunung-gunung, dan bukit-bukit merupakan saksi akan kekuatan-Nya yang mengatasi semua rintangan yang mengancam.  Dalam mazmur ini dituturkan tentang karya perbuatan TUHAN yang bersifat menyeluruh.

 

TUHAN menyediakan apa yang dibutuhkan umat-Nya. Mazmur 114 mengajak umat untuk mengingat kembali bagaimana TUHAN sanggup membebaskan dan menuntun sepanjang  perjalanan kehidupan.

 

Pemazmur menggunakan ungkapan simbolik untuk menggambarkan cara TUHAN bagi umat-Nya. Untuk menggambarkan saat TUHAN melepaskan umat dari kejaran pasukan Mesir dan menuntun mereka menyeberangi laut Teberau ( Keluaran 14) dan sungai Yordan ( Yosua 3) dipakailah kalimat:laut melihatnya, lalu melarikan diri, sungai Yordan berbalik ke arah hulu ( ayat 3, 5). Pemberian Taurat dan Perjanjian digunung Sinai ( Kel 19:18) digambarkan dengan  gunung dan bukit melompat-lompat. Peristiwa TUHAN memberi umat yang sedang kehausan minum di tengah padang gurun digambarkan  dengan gunung batu menjadi kolam air dan batu yang keras menjadi mata air (ayat 8)

Pengakuan mengenai perbuatan-perbuatan ajaib Allah dan pengaruh dari kehadiran-Nya pasti membuat semua ciptaan-Nya gemetar (ayat 7). Kesimpulan yang bisa ditarik adalah bahwa sebagaimana Allah membuat pancaran air di padang gurun, Dia juga pasti akan menyediakan kebutuhan-kebutuhan umat-Nya.

Apa yang dituturkan Pemazmur  dimaksudkan untuk  menguatkan dan meneguhkan iman umat TUHAN agar memiliki pengharapan dan berani menatap masa depan bersama TUHAN.

 

Refleksi

Kekuatan dan kekuasaan ALLAH mengatasi segala rintangan kehidupan. Selama saya berjalan bersama TUHAN, tidak ada yang perlu saya risaukan sekalipun di tengah segala kesulitan yang menghadang.

 

Tekadku

TUHAN, tolonglah  aku untuk selalu mempercayai dan mensyukuri keajaiban karya dan kuasa-Mu di tengah tantangan dan kesulitan kehidupan ini

 

Tindakanku

Aku belajar tidak mencemaskan kesulitan di masa depan sebab aku yakin akan kuasa dan kejaiban karya TUHAN di sepanjang sejarah kehidupan.

 

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*