Minggu, 3 Oktober
Lukas 17:5-10

Pernahkah Saudara memikirkan sebesar apa iman Saudara? Apakah Saudara telah memiliki iman yang sangat besar dan kuat? Ataukah iman yang kecil saja? Perlukah menilai besar kecilnya iman?
Ayat 5 : Mengapakah rasul-rasul berkata: “ Tambahkanlah iman kami” ? Mengapa para rasul merasa kurang iman?
Ayat 6 : Bagaimanakah pendapat TUHAN YESUS tentang ukuran iman?
Ayat 7-10: Apakah hubungan ilustrasi dalam ayat-ayat ini dengan diskusi tentang iman dalam ayat sebelumnya?

Renungan

Dua tema besar yang dikemukakan Injil Lukas dalam bacaan hari ini adalah masalah penyesatan yang menimbulkan korban bagi orang yang lemah dan seberapa besar kekayaan pengampunan kita bagi orang yang bersalah ( ayat 1-4). Respon dari para murid adalah memohon kepada TUHAN YESUS agar “ditambahkan iman” kepada mereka ( ayat 5). Melalui pengajaran Tuhan Yesus tersebut, para murid dibukakan mata rohani mereka sehingga mereka menyadari bahwa mereka membutuhkan iman yang dianugerahkan. Ungkapan “tambahkanlah iman kami” menunjuk kesadaran rohani, yaitu Allah adalah subyek yang menentukan untuk menganugerahkan iman sebab realitas iman tidak dapat diupayakan oleh perbuatan manusia melalui kesalehan dan kebenarannya sendiri. Iman adalah anugerah atau kasih-karunia Allah (Fil. 1:29).

Bilamana Allah menganugerahkan iman, maka umat percaya akan memperoleh kekuatan rohani yang ekstra sehingga mereka mampu menaati kehendak Allah. Melalui iman yang dianugerahkan oleh Allah, umat percaya dapat dijauhkan dari segala kemungkinan untuk melakukan penyesatan. Sebab kecenderungan penyesatan dalam berbagai bentuk merupakan kemungkinan yang dapat terjadi dalam kehidupan ini dan dapat dilakukan oleh siapapun termasuk oleh orang yang semula sangat beriman. Dengan demikan kekuatan iman dibutuhkan agar setiap umat percaya dapat menyikapi secara tepat suatu kesesatan yang identik dengan kejahatan dan juga dapat memberlakukan pengampunan tanpa batas kepada mereka yang menyesal. Tindakan iman dalam konteks ini dinyatakan oleh TUHAN YESUS dengan berkata: “ Jagalah dirimu!”(ayat 3). Para murid atau umat percaya dipanggil untuk mampu menjaga diri, agar mereka dapat melindungi setiap orang yang lemah dari bahaya penyesatan dan juga dipanggil untuk senantiasa bermurah hati mengampuni orang yang bersalah. Yang pertama menunjuk kepada peran setiap orang percaya sebagai utusan ALLAH untuk melindungi sesama yang tidak berdaya dan yang kedua menunjuk kepada kekayaan rohani umat percaya utnuk mengkomunikasikan kasih ALLAH.
Fungsi iman dinyatakan dalam keterlibatan diri untuk menjadi pembela bagi sesama yang menjadi korban sekaligus menjadi suatu spiritualitas yang tidak pernah terjebak utnuk membalas kejahatan dengan kejahatan. Tepatnya kita wajib membela orang-orang yang lemah atau yang menjadi korban suatu kejahatan (penyesatan) tetapi kita tidak boleh tergoda untuk membalas berbagai perbuatan jahat dengan cara-cara duniawi sebab melalui kuasa iman kita dimampukan untuk menjaga diri yaitu tetap mawas diri sehingga tindakan-tindakan kita tetap sesuai dengan kehendak ALLAH yang menjadi tuan kita. Kita ini adalah hamba-hamba yang melakukan perbuatan sesuai dengan keinginan Sang TUAN dan harus selalu memuliakan Sang TUAN.
Permohonan para murid agar Tuhan Yesus berkenan menambahkan iman adalah agar mereka dimampukan untuk mempermuliakan Kristus dalam arti yang seluas-luasnya. Yang mana umat percaya dimampukan untuk melakukan pekerjaan dan pelayanan kepada Tuhan tanpa mengharapkan balas jasa dan ucapan terima-kasih dari manusia. Kita juga dimampukan untuk mengampuni apabila sesama dan kuasa dunia ini melukai hati. Semakin kita dimampukan untuk melaksanakan panggilan hidup secara kudus, kita dimampukan untuk “ikut menderita bagi InjilNya” (II Tim. 1:8).
Itulah iman yang bertumbuh. Alangkah indahnya apabila setiap keluarga Kristen memiliki iman yang bertumbuh. Iman yang bertumbuh selalu memuliakan TUHAN dan menjadi berkat bagi orang lain ditengah kesulitan seberat apa pun.


SELAMAT BERTUMBUH DALAM IMAN!

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*