suplemenGKI.com

Senin, 27 September 2010
Habakuk 1:1-4

Apakah yang saudara rasakan ketika melihat kejahatan semakin merajalela? Pernahkah Saudara merasa seolah-olah TUHAN diam saja dan membiarkan kejahatan menciptakan semakin banyak penderitaan di dunia ini ? Inilah yang menjadi pergumulan dalam perikop ini.
Ayat 2-3 : Apakah kira-kira yang menjadi pergumulan Habakuk melalui pertanyaan yang  diungkapkan dalam ayat-ayat ini?
Ayat 4 : Apakah arti “orang fasik mengepung orang benar”? Adakah kondisi seperti itu
juga terjadi di tengah masyarakat dan keluarga kita?

Renungan
Kitab Habakuk ditulis sebelum kehancuran Yerusalem. Melihat keluhan serius Habakuk mengenai ketidakadilan sosial di antara orang-orang Yahudi, hal ini menunjukkan situasi dan kondisi masyarakat Yahudi dalam pemerintahan Yoyakim (609-597 SM). Yoyakim adalah seorang raja yang dibenci Yeremia karena menyalahgunakan kekuasaan sehingga mendatangkan banyak penderitaan bagi orang-orang miskin dan lemah. Gambaran masa pemerintahan Yoyakim sangat buruk dan penuh kelaliman. Oleh karena itu dalam Yeremia 22:13, Yeremia berkata: “Celakalah dia yang membangun istananya berdasarkan ketidakadilan dan anjungnya berdasarkan kelaliman, yang mempekerjakan sesamanya dengan cuma-cuma dan tidak memberikan upahnya kepadanya. “ Jadi umat Israel pada waktu itu hidup dalam pemerintahan yang melakukan kelaliman, ketidakadilan, pemerasan dan penumpahan darah atas orang-orang yang tak bersalah. Pada waktu itu orang-orang miskin, orang-orang kecil, orang-orang yang tidak berkuasa/lemah ditindas oleh orang-orang kaya dan berkuasa. Mereka tidak memiliki pembela dan pelindung dari tekanan orang-orang yang berkuasa. Itulah sebabnya mereka berteriak minta tolong kepada TUHAN.
Dalam situasi seperti itulah Habakuk meratap dan mengungkapkan pergumulan iman: “Mengapa TUHAN, Sang Penyelamat umat membiarkan kekerasan menimpa orang yang tak bersalah? Berapa lama lagi ya TUHAN? “. Pertanyaan yang diungkapkan dalam ayat 2-4 ini bukan karena kurang percaya atau kurang beriman kepada ALLAH. Jusru karena mereka beriman maka bertanya secara mendalam, tajam dan kritis. Habakuk merasa seolah ALLAH diam saja dan tidak segera menolong. Ini sangat merisaukan hatinya. Padahal di satu sisi Habakuk mempercayai dengan segenap hati bahwa ALLAH adalah TUHAN yang berkuasa. Dengan kata lain Habakuk sangat mengharapkan campur tangan TUHAN untuk menyatakan kuasa dan keadilan-Nya. Tapi apa yang terjadi? ALAH justru memakai orang Kasdim untuk menghukum umat yang menyimpang dari firman-Nya. Umat ALLAH yang menjadi penindas sesamanya ternyata dihukum ALLAH dengan cara menggerakkan bangsa Kasdim yang sebenarnya lebih jahat. Bagaimana semua ini bisa dipahami oleh orang-orang beriman? Pergumulan iman Habakuk ini sesungguhnya merupakan pergumulan orang beriman sepanjang zaman
Apakah Saudara juga sedang memiliki pergumulan iman yang sama?
Ketidakadilan, kekerasan dan kejahatan selalu mungkin terjadi di mana-mana, termasuk di tengah keluarga. Apakah Saudara sedang mengalaminya atau sedang mengamatinya? Seringkali orang tak mampu menegakkan keadilan, menumpas kejahatan dan mengakhiri kekerasan sebab rasa-rasanya kejahatan lebih berkuasa daripada kebenaran. Dalam situasi itu orang beriman memohon TUHAN bertindak namun yang kita jumpai seolah-olah ALLAH tetap berdiam diri karena keadaan tak berubah. Namun demikian, apakah kondisi seperti itu akan selamanya terjadi? Masih adakah pengharapan untuk kehidupan yang lebih baik?
Tidak mudah untuk memahami karya TUHAN. Kemampuan kita untuk memahami misteri karya ALLAH, sangatlah terbatas. Memang kita yakin bahwa TUHAN selalu memberikan yang terbaik untuk umat-Nya, namun persoalannya seringkali peristiwa sehari-hari yang kita jumpai bukanlah karya baik. Ini adalah misteri yang sulit dipahami. Oleh karena itu dalam segala keterbatasan, kita boleh bertanya kepada TUHAN tentang sesuatu hal yang tidak kita mengerti. Dengan bertanya kita akan lebih mengenal TUHAN. Lebih baik bertanya daripada diam saja padahal tidak mengerti. Pertanyaan-pertanyaan teologis yang mengekspresikan pergumulan iman justru membuat kita semakin bertumbuh dalam pengenalan akan TUHAN.


Apakah yang ingin Saudara tanyakan kepada TUHAN hari ini?

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Comment for this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*