suplemenGKI.com

Selasa, 22 Juli 2014
Mazmur 105:1-6

Pengantar
Masa lalu bukanlah masa yang mudah dilupakan. Ada banyak kenangan indah dalam sejarah masa lalu. Bahkan kita bisa melihat karya indah TUHAN di sepanjang jalan kenangan. Iman kita terus dibentuk dan dibangun melalui setiap proses kehidupan di mana pun dan kapan pun. Dalam bacaan hari ini Pemazmur membagikan sukacita dan syukur atas karya TUHAN bukan saja di masa kini tapi juga di masa lalu. Mari kita renungkan!

Pemahaman
• Ayat 1-3 : Mengapa Pemazmur mengajak umat bersyukur?
• Ayat 4     : Mengapa Pemazmur mengundang umat untuk mencari TUHAN, kekuatan dan                               wajah Nya?
• Ayat 5     : Secara khusus, siapakah yang diajak mensyukuri karya TUHAN dalam sejarah?

Mazmur 105 merupakan nyanyian pujian yang menekankan perbuatan-perbuatan ajaib TUHAN di dalam hubungan perjanjian. Dalam Mazmur ini umat yaitu keturunan Abraham, anak-anak Yakub atau Israel, diajak untuk menelusuri karya TUHAN dalam sejarah. Pemazmur mengajak umat untuk mengingat dan mensyukuri perbuatan-perbuatan TUHAN dalam kehidupan umat, bukan saja perbuatan ajaib dan mujizat yang menyenangkan hati umat namun juga teguran dan penghukuman. Ungkapan syukur itu diekspresikan dengan berkata: “Bersyukurlah … serukanlah … bernyanyilah … percakapkanlah … bermegahlah … bersuka hati … carilah … ingatlah!” Rangkaian kata kerja ini merupakan satu kesatuan bahwa bersyukur itu bukan sekedar kata-kata namun juga mewujud dalam sukacita hidup bersama TUHAN dalam kehidupan nyata.

Hal itu ditegaskan Pemazmur dalam ayat 4 yang mengatakan: “Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu.” Melalui ayat ini Pemazmur hendak mengingatkan umat bahwa hidup mensyukuri kebaikan TUHAN bukan berarti hanya mengingat karya baik TUHAN tapi juga senantiasa hidup mencari kehadiran TUHAN, sungguh-sungguh beriman akan kekuatan TUHAN dan setia menaati-Nya. Gambaran mencari wajah TUHAN dapat kita bandingkan dengan Mazmur 24:4-5. Orang yang mencari wajah TUHAN adalah mereka yang hidup kudus dan dalam ketaatan pada Firman-Nya yaitu mereka yang bersih tangannya dan murni hatinya, tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan dan yang tidak bersumpah palsu. Mereka akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari ALLAH akan menyelamatkan mereka. Jadi bila TUHAN telah setia berkarya baik dalam kehidupan umat, apakah umat TUHAN juga hidup baik dalam iman dan ketaatan kepadaNya?

Refleksi
Ambillah selembar kertas! Buatlah peta kehidupan Anda. Tandailah kapan Anda mendapatkan berkat TUHAN yang menyenangkan hati dan kapan mendapatkan kesulitan bahkan teguran dari TUHAN. Apakah Anda merasakan perbuatan baik TUHAN dalam segala kondisi kehidupan? Lihatlah pula kapan Anda hidup dalam ketaatan pada TUHAN dan kapan hidup dalam ketidaktaatan? Lihatlah kembali apakah Anda selalu mewujudkan rasa syukur dengan mencari wajah TUHAN?

Tekadku
TUHAN, mampukanlah aku untuk selalu mewujudkan rasa syukur dengan mencari wajah-Mu.

Tindakanku
Aku akan melanjutkan rasa syukurku dengan berjuang hidup berkenan di hadapan TUHAN.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*