suplemenGKI.com

Jumat , 31 Oktober 2014

I Tesalonika 2:9-13

 

Pengantar

Dalam kehidupan gereja,TUHAN selalu mengirimkan para pelayan-Nya bagi umat-Nya. Namun kehadiran para pelayan yang bekerja keras untuk mengajar dan menggembalakan umat TUHAN terkadang kurang disyukuri oleh umat. Lalu bagaimana dengan keberadaan Rasul Paulus di jemaat Tesalonika? Bagaimanakah relasi Paulus dengan jemaat Tesalonika? Mari kita merenungkannya.

 

Pemahaman

  • Ayat 9                   : Mengapa Paulus menjelaskan jerih lelahnya dalam bekerja?
  • Ayat 10-13           : Apakah tujuan Paulus menjelaskan kesalehan dan keseriusan pelayanannya kepada jemaat Tesalonika?
  • Apakah yang Anda rasakan ketika membaca penjelasan-penjelasan Paulus dalam ayat 9-13?

Dalam pelayanannya, Rasul Paulus diganggu oleh orang-orang Yahudi yang  memakai semua cara untuk menggoyahkan iman orang-orang yang baru bertobat.  Dalam bacaan Alkitab hari ini, Rasul Paulus ingin meyakinkan jemaat Tesalonika tentang kebenaran Firman TUHAN yang diberitakan dan bahwa dirinya adalah pelayan TUHAN yang bisa dipercaya.

Rasul Paulus menjelaskan bahwa jerih lelah pelayanannya kepada jemaat adalah tulus. Ia tak meminta jemaat untuk mencukupi kebutuhan hidupnya. Ia tak ingin membebani jemaat. Oleh karena itu ia bekerja keras untuk membiayai hidupnya. Paulus mengawali kegiatannya membuat tenda (Kis. 18:3) sebelum matahari terbit supaya ada waktu juga untuk memberitakan Injil.  Dalam kiprah pelayanan,tampak kerja keras dan spiritualitas seorang  pemberita Injil, yaitu: 1. Melayani tanpa memberi 2. Integritas diri dan kesalehan. 3. Mengasihi, menasihati, menguatkan hati dan menuntun, seperti relasi bapak – anak agar jemaat Tesalonika hidup sesuai dengan kehendak ALLAH.

Dalam ketulusan pula, Rasul Paulus mengucap syukur atas keterbukaan hati jemaat Tesalonika yang telah menerima Firman ALLAH yang diberitakan bukan sebagai perkataan manusia tapi sungguh-sungguh sebagai Firman ALLAH. Ini berarti mereka tidak dapat digoyahkan oleh para pengacau. Dengan demikian tidak sia-sia usaha jerih lelah dan keseriusan Paulus yang telah melayani mereka.

Refleksi

Bila Anda seorang pelayan TUHAN, apakah Anda telah mampu menunjukkan keteladanan kerja keras dan spiritualitas yang luhur? Bila Anda adalah umat, apakah Anda telah mensyukuri dan menghargai kehadiran dan pelayanan hamba-hamba TUHAN?

 

Tekadku

Ya TUHAN, mampukanlah aku mempersembahkan karya pelayanan dengan tulus dan spiritualitas kehidupan yang luhur agar aku makin hidup sesuai dengan kehendak-Mu. Berikanlah aku keterbukaan hati untuk mensyukuri kiprah pelayanan hamba-hamba-Mu.

 

Tindakanku

  • Mulai hari ini aku akan mensyukuri kehadiran dan kerja keras setiap pelayan TUHAN.
  • Mulai hari ini aku akan lebih bekerja keras  untuk mempersembahkan karya terbaik.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*