suplemenGKI.com

Rabu, 12 Desember 2012

Filipi 4:4-5 

Pengantar

Pada suatu hari seorang bapak menempuh perjalanan dengan mengendarai sepeda motor hendak mengunjungi cucunya di pinggiran kota. Di tengah lalu lintas yang padat, bapak itu diserempet motor pengguna jalan yang lain. Ia jatuh dan mengalami luka-luka, sepeda motornya pun mengalami kerusakan di beberapa bagian. Sayangnya orang yang menyerempet si bapak melarikan diri. Dalam kondisi seperti itu apa yang dikatakan si Bapak? Sambil membersihkan luka-lukanya ia tersenyum dan berkata: “Puji Tuhan, hanya luka-luka kecil!” Ia pun melihat motornya yang tidak bisa distarter dan berkata: “ Puji TUHAN, masih utuh, hanya perlu dibawa ke bengkel!” . Bagaimana mungkin si Bapak bisa tersenyum dan bersukacita di tengah kecelakaan yang menimpa? Apakah yang membuat si Bapak bersikap seperti itu?

Pemahaman

Ayat 4 : Nasihat apa yang hendak ditekankan dalam ayat ini?
Ayat 5 : Apa hubungan antara “mengekspresikan kebaikan hati” dengan “TUHAN sudah dekat”?

Dalam bagian ini Paulus menetapkan dua kualitas hidup orang Kristen yaitu sukacita dan kebaikan. Yang pertama Paulus sangat menekankan pentingnya bersukacita. “Bersukacitalah, sekali lagi kukatakan bersukacitalah!” Kalimat “bersukacitalah!” ini diucapkan Paulus justru ketika ia berada dalam penjara dengan segala penderitaannya. Sementara itu orang-orang Kristen Filipi berada dalam hari-hari yang kelam, bahaya dan penganiayaan ada di depan mereka dan tak terhindarkan.

Sesungguhnya sukacita orang-orang percaya tidak tergantung pada kondisi yang dialami. Bagi Paulus, sumber sukacitanya adalah kehadiran KRISTUS yang selalu menyertainya dalam segala cuaca kehidupan. Jika kita percaya KRISTUS selalu bersama kita, apa pun yang kita alami dapat kita hadapi dalam kekuatan yang diberikan KRISTUS. Dapat merasakan KRISTUS bersama kita, itu sudah memberi sukacita tersendiri. Jadi sukacita pasti mewarnai hidup kita bila dalam perjuangan hidup ini kita merasakan TUHAN dekat. Sebaliknya orang yang tidak dapat merasakan bahwa TUHAN dekat dan selalu bersamanya, ia akan akan cenderung mudah lelah dan mudah putus asa. Jadi dasar sukacita kita adalah kehadiran TUHAN yang dekat dengan kita. Sukacita tidak tergantung pada kondisi yang kita alami tapi tergantung pada seberapa dalam kita merasakan bahwa TUHAN dekat.

Sukacita yang ditekankan di sini ternyata tidak berdiri sendiri tapi juga terkait dengan kebaikan hati bagi semua orang. Kata kebaikan di sini berasal dari kata Yunani epieikeia yang artinya keadilan dan sesuatu yang lebih baik dari keadilan. Yang dimaksud di sini adalah sikap yang lebih tinggi dari sikap baik orang pada umumnya. Paulus ingin jemaat Filipi dengan penuh sukacita memperlakukan orang lain dengan kasih yang luhur sama seperti ALLAH telah mengasihi manusia. Jadi kebaikan hati itu terkait dengan pengalaman merasakan kasih dan kebaikan ALLAH sehingga mampu mengasihi dan bersikap baik kepada orang lain dengan kualitas kasih Ilahi yang luas dan tak terbatas. Kini dengan penuh semangat mari bersukacita, menebar senyum dan kebaikan untuk menghadirkan senyuman kasih sayang-Nya.

Refleksi:

Ambillah waktu hening sejenak! Tarik nafas dan hembuskan! Ulangi beberapa kali. Ingatlah apa fungsi nafas bagi Anda dan dari mana asal nafas Anda. Syukurilah nafas anugerah TUHAN . Yakinilah bahwa nafas Anda adalah bagian dari tanda kehadiran TUHAN yang dekat dengan Anda. Jika TUHAN telah sedemikian dekat, adakah persoalan kita biarkan menguasai kita dan membuat kita tidak bersukacita?

Tekadku

TUHAN, aku berjanji mau bersukacita dalam kondisi apapun, baik atau tidak baik keadaan yang kualami agar aku juga dapat berbagi kebaikan kasih TUHAN bagi semua orang.

Tindakanku

• Hari ini aku mau tersenyum dan menyapa teman ( anggota keluarga) yang menyakiti hatiku.
• Hari ini aku mau berbagi kasih dan kebaikan pada orang-orang yang kujumpai lebih daripada nilai kebaikan pada lazimnya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*