suplemenGKI.com

(Matius 5:38-48)

Surat kabar “The New York Post” 12 April 2010 memberitakan kisah seorang suami yang memberi sebuah Alkitab dan pengampunan kepada pembunuh isterinya. Seandainya saja, Noel sang suami yang kehilangan istrinya, Sarah pada persidangan itu memaki dan melampiaskan kemarahannya kepada si pembunuh, rasanya tak ada seorangpun yang akan menyalahkan dia. Betapa tidak, Sarah sebenarnya adalah rekan kerja dan penolong David Andrango, seorang imigran Ekuador yang kemudian menjadi pembunuhnya. Sarah telah berbaik hati untuk tidak melaporkan pencurian emas yang dilakukan David kepada pihak kepolisian dengan janji asal David bersedia segera mengembalikan apa yang dicurinya. Namun, bukan rasa terima kasih yang diperoleh Sarah, melainkan sebuah tusukan belati ke arah perutnya, ketika David hanya mampu mengembalikan sebagian kecil dari nilai emas yang telah dicurinya. Dalam sebuah wawancara dengan pers, Noel, sang suami mengatakan ia ikut merasakan sakitnya tusukan mematikan ke perut istrinya itu, namun Tuhan telah memampukan ia untuk mengampuni dan bahkan berusaha agar jiwa si pembunuh dapat diselamatkan oleh Kristus.
Keinginan untuk membalas setimpal bahkan lebih berat terhadap orang yang melakukan kejahatan terhadapnya merupakan sifat alami manusia. Sejak kanak-kanak sifat itu telah ada. Jimmy menggoda Tina, adiknya dan Tina kemudian mencubit Jimmy. Merasa sakit, Jimmypun memukul Tina sehingga Tina menendang Jimmy sambil berteriak mengadukannya kepada ibu mereka. Apa yang telah terjadi? Manusia cenderung membalas dendam bahkan jika mungkin lebih berat dari apa yang dialaminya.
Karena itulah Allah menetapkan hukum “mata ganti mata, gigi ganti gigi” (Ulangan 19:21). Tidak lebih dari itu. Namun hukum ini sering disalah artikan sebagai ijin bagi seseorang untuk membalaskan dendamnya, padahal maksud Allah adalah pembalasan dilakukan oleh yang berwenang, yaitu hakim atau pengadilan. Bandingkan dengan apa yang dijelaskan oleh Rasul Paulus dalam Roma 12:17-21. Pembalasan adalah hak Allah, Hakim di atas segala hakim (ayat 19).
Tuhan Yesus Kristus sebagaimana direkam dalam Matius 5:38-48 memberikan pengertian “baru” tentang makna hukum Allah “mata ganti mata, gigi ganti gigi”. Tuhan tahu bahwa keadilan sangat penting bagi kita. Tuhan tahu bahwa adalah sangat menyakitkan ketika kita diperlakukan dengan tidak sebagaimana mestinya. Namun kita perlu berhati-hati, karena ada “bahaya dosa” yang mengintip. Jangan sampai rasa haus akan keadilan membuat kita melakukan balas dendam. Tak perlu kita berupaya melakukan pembalasan yang setimpal ketika kita dicurangi, diserang, diperlakukan tak adil atau dimanfaatkan. Melainkan balaslah kejahatan dengan kebaikan dan kemurah hatian serta serahkan semuanya kepada Allah Bapa. Dengan bersikap dan bertindak seperti itu kita menunjukkan karakter Kristus yang ada dalam diri kita sebagai murid-muridNya. Membalas kejahatan dengan kejahatan memang pada awalnya tampak “memuaskan” namun akibat jangka panjangnya justru merugikan. Sebaliknya membalas kejahatan dengan kebaikan dan kasih akan mendatangkan syalom dan nama Tuhan dipermuliakan.

A.T.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*