suplemenGKI.com

Minggu, 12 Mei 2013
Yohanes 17: 20-26

Pengantar
Seorang pria tua yang mengunjungi sebuah galeri seni sangat terkesan melihat sebuah lukisan yang menggambarkan KRISTUS di atas salib. Lukisan itu begitu nyata dalam menggambarkan penderitaan Juruselamat, sehingga hatinya dipenuhi ucapan syukur atas harga mahal yang telah dibayar Tuhan Yesus untuk menebusnya. Dengan air mata berlinang di pipinya, ia berseru, “Terpujilah Dia! Saya sungguh mengasihi-Nya! ” Para pengunjung lain yang berdiri di dekatnya merasa heran mendengar perkataan pria itu. Seseorang dari mereka maju dan mengamati lukisan itu. Ia pun segera merasakan perasaan yang mendalam terpancar dari dalam hatinya. Sambil menoleh ke arah pria tua itu, ia menjabat erat tangannya dan berkata, “Saya juga! Saya juga mengasihi-Nya!” Adegan itu terulang ketika pria ketiga dan keempat melintas, menatap lukisan itu, dan berseru, “Saya juga mengasihi-Nya!” Walaupun pria-pria ini berasal dari gereja yang berbeda, mereka merasakan ikatan yang sama karena iman mereka di dalam KRISTUS.

Ketika kita menghampiri KRISTUS, kita didekatkan satu dengan yang lain. Kesatuan orang-orang percaya hanya mungkin terjadi apabila mereka diikat oleh kesatuan dengan KRISTUS. Inilah yang akan kita renungkan hari ini.

Pemahaman
• Ayat 20 : Siapakah yang didoakan oleh KRISTUS?
• Ayat 21-22 : Mengapa KRISTUS mendoakan kesatuan orang-orang yang percaya kepada-Nya?
• Ayat 23 : Mengapa kesatuan KRISTUS dan BAPA menjadi landasan kesatuan pengikut-Nya?
• Ayat 24-26 : KRISTUS mengharapkan para pengikut-Nya berada di mana? Mengapa?

Kepedulian KRISTUS kepada para pengikut-Nya tampak dalam doa-Nya, baik bagi para murid yang diutus memberitakan Injil maupun orang-orang percaya yang merupakan buah pemberitaan mereka. KRISTUS berdoa bagi mereka yang telah percaya dan yang akan percaya kepada-Nya. Dia mendoakan kita juga. Doa ini bertujuan agar mereka tetap berada dalam persekutuan yang utuh dan benar (dengan ALLAH dan jemaat-Nya) seperti ranting yang tetap tinggal pada Pokok anggur sehingga menghasilkan buah yang lebat. KRISTUS berdoa agar mereka “satu adanya”. Bentuk yang dipakai dalam bahasa Yunani menunjuk pada suatu tindakan yang berkesinambungan: “terus-menerus bersatu”. Kesatuan persekutuan orang percaya yang berlandaskan kesatuan KRISTUS dan BAPA adalah kesatuan yang terus menerus sehingga orang-orang percaya semakin dimampukan menghasilkan karya yang memuliakan TUHAN.

Kesatuan BAPA dan ANAK menjadi landasan agar kemuliaan BAPA yang diberikan kepada KRISTUS juga memancar nyata dalam kehidupan orang-orang percaya. Dengan demikian orang akan mengenal dan percaya kepada KRISTUS melalui kehidupan orang-orang percaya. Dalam kesatuan itu orang melihat karya TUHAN. Untuk itulah TUHAN YESUS juga berharap orang-orang percaya berada di tempat TUHAN untuk memuliakan TUHAN. ( ayat 24). Mereka diharapkan berada di tempat TUHAN dan selalu bersama-sama TUHAN sehingga mampu menghasilkan karya yang memuliakan TUHAN.

Refleksi
Pandanglah salib KRISTUS dalam keheningan. Ingatlah perjalanan kesatuan Saudara dengan KRISTUS dan saudara-saudara seiman. Sedalam apakah kesatuan itu? Apakah kesatuan itu telah menghasilkan karya yang mengantar orang mengenal KRISTUS?

Tekadku
TUHAN, tolonglah aku agar selalu melekat pada-MU. Berikanlah aku kekuatan untuk terus menyatu dengan-MU agar aku juga semakin dekat dan menyatu dengan persekutuan orang-orang percaya.

Tindakanku
Mulai hari ini aku akan menyatukan diri dengan kesatuan persekutuan gereja. Hari ini aku juga akan berdoa untuk kesatuan gereja-gereja yang dilanda konflik dan perpecahan serta untuk seluruh upaya penyatuan orang percaya agar menghasilkan karya yang memancarkan kasih TUHAN.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*