suplemenGKI.com

Minggu, 21 Desember 2014

Lukas 1:46-55

Pengantar

Nyanyian Maria pada Lukas 1:46-55, dalam bahasa latin, dinamakan magnificat. Magnificat adalah kata dari bahasa Latin yang berarti “jiwaku memuliakan Allah” dan kata ini adalah kata pembuka sekaligus menjadi tema utama dari nyanyian pujian Maria. Apakah yang membuat Maria menyanyikan nyanyian ini? Apa arti dari nyanyian Maria ini?

Pemahaman

  • Hal apakah yang hendak disampaikan oleh Nyanyian Maria di ayat 46-50?
  • Hal apakah yang hendak disampaikan oleh Nyanyian Maria Maria di ayat 51-55?

Pada ayat 46-50, Maria mengagungkan tindakan kuasa Allah demi dirinya, wanita yang berstatus sosial rendah. Lewat berbagai ungkapan ditegaskan prakarsa kasih Allah. Pada ayat 51-55 digambarkan semacam “revolusi sosial” yang sedang dikerjakan dan kelak akan diwujudkan Allah di bumi ini. Nilai-nilai yang dianut dunia akan dijungkirbalikkan. Alih-alih memperhitungkan orang-orang yang dianggap baik di tengah masyarakat pada masa itu, Allah memperhatikan mereka yang tidak diperhitungkan oleh masyarakat. Berangkat dari pengalamannya sebagai wanita berstatus sosial rendah, Maria, lewat nyanyiannya, melihat bagaimana Allah berpihak pada mereka yang rendah dan tidak diperhitungkan oleh masyarakat.

Melalui nyanyian Maria, kita melihat bagaimana Allah berinisiatif lebih dulu menyatakan kuasa-Nya kepada mereka yang lemah; kepada mereka yang dianggap rendah di hadapan masyarakat tetapi yang mau taat kepada apa yang menjadi kehendak Tuhan. Nyanyian tersebut juga menyatakan tindakan Allah yangberpihak kepada mereka yang dianggap rendah oleh masyarakat. Nyanyian Maria mengajak kita untuk melihat kerendahan kita di hadapan Tuhan serta melihat keberpihakan Allah kepada mereka yang tidak diperhitungkan atau dianggap rendah di dalam masyarakat.Kita juga diajak untuk bersama-sama dengan Allah memperhatikan mereka yang dianggap rendah atau tidak diperhitungkan oleh masyarakat. Memperhatikan mereka yang dianggap rendah atau tidak diperhitungkan oleh masyarakat merupakan bukti ketaatan dan kesetiaan kita kepada kehendak Tuhan.

Refleksi

Bacalah artikel mengenai kemiskinan ataupun diskriminasi yang terjadi di Indonesia. Renungkanlah bagaimana sikap kita kepada mereka yang hidup dalam kemiskinan atau yang didiskriminasi. Apa yang sudah kita lakukan kepada mereka yang miskin atau didiskriminasi?

Tekadku

Ya Tuhan, ketika aku bernyanyi, memuji dan memuliakan nama-Mu, ajarlah aku untuk juga mau melakukan apa yang jadi kehendak-Mu dengan memperhatikan mereka yang disingkirkan atau tidak diperhitungkan oleh masyarakat.

Tindakanku

Aku akan melakukan 1 tindakan kasih kepada mereka yang ‘disingkirkan’ atau tidak diperhitungkan di masyarakat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«