suplemenGKI.com

Rabu, 27 April

Mazmur 16

Mencari tempat berlindung bukanlah suatu hal yang gampang. Banyak orang memiliki tempat pelarian yang pada akhirnya menghancurkan dirinya sendiri. Lihat saja bagaimana orang-orang yang lari kepada anggur, narkoba, dsb, serta menjadikannya sebagai tempat untuk berlindung. Kita perlu hati-hati pada saat mencari tempat berlindung agar tidak salah dan menjadi hancur. Mari belajar dari pengalaman Pemazmur

-          Pernahkah Saudara mencari seseorang sebagai tempat berlindung saat menghadapi bahaya atau suatu ancaman? Mengapakah orang tersebut yang Saudara pilih sebagai tempat untuk mendapatkan pertolongan? Bagaimanakah perasaan Saudara setelah itu?

-          Mengapa ketika menghadapi kesulitan Daud berlindung kepada Tuhan?

-          Menurut Saudara, mengapa sebagian orang Kristen enggan untuk berlindung kepada Tuhan saat menghadapi kesulitan hidup?

Renungan:

Pernah ada seorang yang dengan begitu marahnya mengungkapkan pengalamannya. Ia sedang mengalami masalah pelik dalam hidupnya. Masalah itu telah menguras begitu banyak energi dan emosinya. Akhirnya ia menemui seseorang untuk mencurahkan isi hatinya, seseorang yang dianggapnya dapat diandalkan untuk menjadi tempat ia berbagi beban. Namun betapa kecewanya ia ketika menyadari bahwa beberapa minggu kemudian ternyata permasalahan hidupnya yang dengan susah payah dirahasiakannya itu telah menjadi bahan pembicaraan secara luas. Tentu saja paparan ini tidak dimaksudkan untuk mengajak kita tidak perlu curhat kepada seseorang apabila sedang menghadapi masalah, tetapi sekadar pembanding akan sikap yang diambil Daud saat menghadapi masalah. Daud berlindung kepada Tuhan, karena dia menganggap tidak ada yang baik baginya selain Allah. Di luar Tuhan tentu saja banyak pihak yang menawarkan hal-hal yang nampaknya baik dan menggembirakan. Tetapi iman Pemazmur membuat ia tetap yakin bahwa pada akhirnya kebahagiaan yang sejati hanyalah ada di dalam Tuhan saja.

Keyakinan Pemazmur ini sangat kuat karena bukan sekadar keyakinan akan kepastian penggenapan sebuah pengharapan, melainkan keyakinan karena apa yang diyakininya itu sudah terbukti. Pemazmur mungkin telah mendengar pengajaran tentang Allah sajalah yang dapat menjadi tempat perlindungan dan memberikan kebahagiaan sejati, tapi ia juga telah menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana kesedihan orang-orang yang mengikuti allah lain itu bertambah besar. Mungkin pada mulanya mereka juga nampaknya mengalami kebahagiaan, tetapi hasil akhir dari semuanya adalah kesedihan. Hal ini sangat berbeda dengan orang-orang kudus, yakni mereka yang hidup dengan takut akan Tuhan karena menyembah Allah. Mereka adalah orang-orang yang diperkenan Tuhan sehingga Tuhan memuliakan mereka. Kenyataan ini semakin meyakinkan Pemazmur untuk tidak mau ikut menyembah sesembahan mereka, dan memilih untuk tetap mengandalkan Allah saja. Dalam menghadapi pergumulan, siapakah yang kita andalkan? Apakah kita hanya datang dan mengandalkan Tuhan, ataukah ada lain sesembahan?

Iman sejati akan mendorong kita untuk berserah diri

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«