suplemenGKI.com

Sabtu, 20 Desember 2014

Lukas 1:39-45

Pengantar

Banyak orang yang beranggapan bahwa ketika kita taat dan setia melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan, akan membuat kita menderita. Akan tetapi, benarkah hal tersebut? Kita akan belajar melihat dampak dari kesetiaan dan ketaataan Maria dalam kehidupannya dan kehidupan sesama.

Pemahaman

  • Maria berkunjung ke rumah Elisabet di sebuah kota di Yehuda (ayat 39), apa yang dilakukan Maria ketika ia masuk ke rumah Zakharia?
  • Apa yang terjadi pada Elisabet ketika ia mendengar salam Maria? (ayat 41)
  • Apa yang diserukan Elisabet dengan suara nyaring? (ayat 42-45)

Pada Lukas 1:39-45, dikisahkan bahwa Maria mengunjungi Elisabet. Ketika Maria memasuki rumah Zakharia, ia memberikan salam, yang merupakan tanda kasih atau pada zaman itu adalah ‚Äúpenganugerahan damai sejahtera‚ÄĚ. Akibat salam tersebut, janin dalam rahim Elisabet melakukan suatu gerakan mendadak dan kuat (TB: melonjak) yang dapat digambarkan sebagai gambaran datangnya Roh Kudus kepada Yohanes sebelum ia dilahirkan. Elisabet pun penuh dengan Roh Kudus, yang menandakan kehadiran Allah yang berkarya. Selanjutnya Elisabet menyerukan bahwa Maria adalah perempuan yang paling diberkati dan diberkatilah buah rahimnya. Ia terheran-heran atas kehadiran Maria yang bukan sekedar gadis biasa tetapi juga ibu Tuhannya. Anak Elisabet pun melonjak kegirangan yang dipicu oleh kedatangan Allah sebagai Penyelamat. Sekali lagi Elisabet melihat Maria sebagai orang yang dikaruniai Allah karena Allah berkarya di dalam dirinya dan bahkan janji Tuhan kepada Maria akan terlaksana.

Ketaatan dan kesetiaan Maria untuk menerima apa yang menjadi kehendak Tuhan menghasilkan berkat bukan hanya bagi dirinya tetapi juga bagi orang lain, dalam hal ini Elisabet. Ketaatan dan kesetiaan kita kepada Tuhan mungkin tidak selalu mendatangkan berkat berupa hal-hal materi ataupun hal-hal yang menguntungkan lainnya tetapi melalui kisah Maria dan Elisabet, ketaatan dan kesetiaan seseorang kepada kehendak Tuhan akan menjadi kesaksian yang baik sehingga orang-orang yang melihatnya dapat merasakan sukacita dari melakukan apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam hidup mereka.

Refleksi

Renungkanlah hidup kita selama ini. Apakah hidup kita sudah menjadi kesaksian yang baik bagi sesama kita?

Tekadku

Ya Tuhan, ajarlah aku untuk melihat bahwa ketaatan dan kesetiaanku dapat Engkau pakai untuk menjadi berkat bagi sesama.

Tindakanku

Aku akan mencoba menanyakan dan berdiskusi dengan 1 orang teman terkait apakah hidupku sudah menjadi kesaksian bagi orang lain.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*