suplemenGKI.com

Bacaan: Yesaya 56:1, 6-8

Allah mengikat perjanjian dengan bangsa Israel. Israel disebut sebagai umat pilihan-Nya. Israel dipakai Allah untuk mewujudkan rencana besar Allah yaitu memberitakan kuasa dan keagungan-Nya. Israel juga dipakai Allah untuk mewujudkan rencana-Nya menyelamatkan dunia dari kebinasaan karena dosa.

Yesus Kristus terlahir di tengah-tengah umat Israel, keturunan Daud (keturunan Yehuda). Para pengikut Kristus yang disebut Kristen adalah umat yang kepadanya Allah juga memberi amanat untuk memberitakan kuasa, keagungan dan keselamatan dari Allah. Lewat para rasul, setiap pengikut Kristus diberi tugas untuk menjadikan semua bangsa murid Tuhan, mengenal pengajaran tentang Tuhan, dipersekutukan di dalam Tuhan lewat baptisan (Mat 28:19).

Sebagai pengikut Kristus yang telah diberi kepercayaan semestinya umat Kristen bangga, bersuka cita, berterima kasih seraya mengucapkan syukur kepada Allah. Dan, sebagai balasnya umat Kristen semestinya hidup sebagaimana Allah menghendakinya. Hidup saling mengasihi, saling membantu atau menolong, saling menghibur dan menguatkan, saling menegur dan menasihati serta saling membangun dalam kehidupan.
Pertanyaan refleksi/evaluasi: telah dan masih kah kita berbuat demikian?

“Ketika pergumulan iman melanda ku, diri, keluarga, kurang diperhatikan. Gereja dan para hamba Tuhan sibuk dengan tugas rutinnya masing-masing. Pergumulan hidup tidak kunjung reda sebaliknya semakin rumit. Dimanakah engkau saudaraku? Dimanakah Engkau Tuhan? Aku sungguh-sungguh haus sapaan-Mu, aku sungguh berharap akan semangat dari mu. Aku cemburu ketika melihat orang di sekitarku memperoleh perhatian, sapaan, semangat dari sesamanya. Terlebih lagi ketika aku melihat bahwa mereka bukanlah saudaraku seiman. Aku sedih dan terus merenungkannya. Tapi, Tuhan melalui nabi Yesaya membuat aku tersadar, bahwa dalam hidup yang dikehendaki Allah, bukanlah hidup oleh karena satu agama atau keyakinan tertentu, tapi lebih kepada setiap mereka yang hidupnya bersesuaian dengan hukum, pengajaran, dan kehendak Allah (Yes 56:1,6-7).” Terima kasih Tuhan untuk berkat dan cinta-Mu yang tidak terbatas kepada semua umat manusia. Kini aku mengerti dan menyadarinya. Amin.
Jps

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*