suplemenGKI.com

Minggu, 22 Mei 2011
Yohanes 14: 4-14Pernah kami tersesat di kawasan Trawas. Di malam itu kami menuju hotel tempat acara yang akan kami hadiri, namun jalan menuju hotel itu ditutup sehingga kami harus melewati jalan lain. Ternyata kami keliru memilih jalan, akibatnya kami tersesat. Kami tak tahu harus bagaimana karena malam itu gelap dan kami hanya menjumpai perbukitan yang sepi hingga akhirnya kami sampai di sebuah perkampungan. Kami bertanya pada salah seorang penduduk. Dengan arahan orang itu kami melanjutkan perjalanan namun ternyata kami masih salah jalan. Kami harus beberapa kali bertanya dan ternyata juga masih salah jalan. Inilah pertama kalinya saya merasakan kegelisahan karena tak tahu berada di mana dan tak tahu jalan mana yang harus dilalui. Pada waktu itu saya berpikir: andaikata saya pergi bersama orang yang kenal wilayah itu maka saya tak akan tersesat. Sungguh tak nyaman bila kita tak tahu pasti jalan yang kita lalui.
Pendalaman Teks Alkitab

Ayat 4-5: Kira-kira apakah yang dirasakan Tomas ketika dia tidak tahu tempat yang dibicarakan oleh TUHAN YESUS?
Ayat 5-7: Apakah arti YESUS adalah jalan , kebenaran dan hidup?
Ayat 8-14: Mengapa Filipus tidak mengerti perkataaan TUHAN YESUS dan apakah yang diharapkan TUHAN YESUS untuk diimani para murid-Nya?

Renungan

Sangatlah penting memiliki kepastian bahwa kita telah berjalan di jalan yang benar. Untuk itu TUHAN YESUS mengajak para murid-Nya untuk berjalan di dalam DIA. TUHAN YESUS menegaskan: AKU-lah Jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada BAPA kalau tidak melalui AKU.
Kalimat di atas diucapkan TUHAN YESUS ketika para murid tak tahu jalan mana yang harus dilalui untuk sampai di rumah damai sejahtera. Ternyata mereka bukan hanya diberikan janji tapi juga diantarkan untuk sampai di rumah itu. Rumah damai sejahtera adalah Rumah BAPA yang dapat dicapai bila murid-murid mau berjalan melalui jalan KRISTUS. KRISTUS-lah yang menghantarkan secara langsung setiap orang percaya kepada BAPA, sehingga tidak ada satu pun yang akan salah jalan. Bahkan bukan hanya itu. Bila para murid sungguh-sungguh percaya kepada TUHAN YESUS dan pekerjaan-Nya, para murid juga dapat melakukan pekerjaan besar. Kemampuan melakukan pekerjaan besar itu bukan karena kekuatan sendiri melainkan karena percaya kepada TUHAN YESUS yang sudah melakukan pekerjaaan BAPA. TUHAN YESUS memang pergi kepada BAPA namun pekerjaan besar itu menetap dalam pengalaman dan kesaksian para murid.
Sungguh anugerah TUHAN yang besar diberikan kepada setiap murid KRISTUS. TUHAN berjanji memberikan rumah damai sejahtera, TUHAN berjanji menuntun kita berjalan di jalan kebenaran yang disediakan-Nya bahkan kita pun diberikan anugerah untuk melanjutkan pekerjaan TUHAN. Sanggupkah kita melakukannya? Pasti kita sanggup bila terus hidup percaya dan berjalan di dalam TUHAN YESUS.
Pernahkah Saudara merasakan kesulitan menjalankan hidup sebagai murid KRISTUS? Pernahkah Saudara merasakan terlalu besar tugas dan tanggungjawab pelayanan yang harus Saudara kerjakan?
Berdoalah, mintalah kekuatan dari TUHAN dan tetapkan pandangan dan langkah iman Saudara setiap hari bersama TUHAN, maka hidup Saudara akan penuh damai sejahtera dan karya besar TUHAN akan mampu Saudara kerjakan. Beruntunglah setiap orang yang memiliki KRISTUS dan menjadi milik KRISTUS.

Ingat dan nyanyikanlah NKB 197
Besarlah untungku jika YESUS milikku, bersuka jiwaku karna damai yang penuh.
Meskipun angin kras badai dunia menderu, tak goyah hatiku karna YESUS milikku.

Refrein: Benar, benar besarlah untungku. Benar, benar besarlah untungku
Benar, benar, besarlah untungku. Ketika YESUS sungguhlah tetap milikku.

“ Berjalan di jalan TUHAN mengantarku menjadi jalan bagi orang lain untuk berjumpa TUHAN”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*