suplemenGKI.com

Senin, 18 Maret 2013

Yesaya 50:4-6

Pengantar
Ada seorang anak yang telah berumur 3 tahun namun belum bisa berbicara. Orang tuanya resah dan kemudian membawa si anak ke dokter. Dokter menemukan gumpalan kotoran di dalam telinga si anak. Maka kotoran itu dikeluarkan. Telinga si anak dibersihkan. Satu bulan kemudian anak itu pun bisa berbicara dan makin hari makin lancar berbicara. Ternyata telinga yang tersumbat membuat si anak tidak dapat mendengar perkataan orang di sekitarnya sehingga tak bisa berkata-kata pula. Inilah pentingnya memiliki telinga yang bisa mendengar dengan baik. Demikian pula dalam hidup beriman diperlukan telinga yang baik. Seperti apakah telinga yang dimaksud? Mari merenungkannya!

Pemahaman
Dalam bacaan Alkitab hari ini,
• Gambaran apakah yang dipakai untuk menjelaskan identitas kehidupan hamba TUHAN?
• Adakah hubungan telinga dan lidah dalam karya pelayanan seorang hamba TUHAN ?
• Mengapakah TUHAN mempertajam pendengaran hamba-Nya setiap pagi?
• Apakah Saudara merasa diri sebagai hamba TUHAN yang siap dibentuk TUHAN?

Bacaan hari ini adalah bagian dari Nyanyian Hamba TUHAN . Hamba TUHAN tidak digambarkan sebagai seorang nabi tetapi sebagai seorang murid yang berhikmat. Kehidupan hamba TUHAN yang siap melayani adalah bagaikan kehidupan murid yang mau dipersiapkan oleh TUHAN, Sang Guru Agung. TUHAN mempersiapkan, membentuk dan memperlengkapi hamba-Nya sedemikian rupa sehingga tiap pagi mempertajam pendengaran hamba-Nya. Bagaikan seorang murid yang sedang belajar, maka syarat utama untuk berhasil adalah mau mendengar Sang Guru. Ini bukan mendengar sambil lalu tapi sungguh-sungguh membuka telinga, hati dan pikiran untuk mendengarkan Firman TUHAN secara cermat dan kesiapan untuk menghidupi Firman TUHAN dalam keseharian. Seorang murid yang mau mendengarkan dengan baik, akan mampu menyerap perkataan dan ajaran Sang Guru dengan baik. Pendengarannya bagaikan pisau yang terus diasah dan dipertajam. Seorang murid yang memiliki pendengaran yang tajam akan menangkap suara Sang Guru dengan tepat, akibatnya dia pun dimampukan berkata-kata secara tepat. TUHAN mengaruniakan lidah yang mampu mengatakan apa yang telah didengar oleh telinga dari TUHAN. Lidah seorang murid adalah lidah yang tidak sembarangan berbicara tapi lidah yang telah diajar TUHAN berbicara yang benar, tepat serta menjadi berkat (ay 4). Itulah lidah yang digerakkan oleh pendengaran akan Firman TUHAN. Seorang murid yang perkataannya bersumberkan pendengaran akan Firman TUHAN akan melahirkan kehidupan pelayanan yang menjadi berkat bagi orang lain. Ia akan dimampukan mengucapkan perkataan yang memberikan semangat kepada mereka yang letih lesu.

Refleksi
Ambillah waktu hening sejenak! Ucapkan syukur kepada TUHAN atas anugerah telinga dan lidah. Peganglah telinga Saudara! Renungkanlah: “Apakah selama ini aku telah sungguh-sungguh membuka telinga untuk mendengarkan Firman TUHAN? Rasakanlah keberadaan lidah Saudara! Renungkanlah: “ Apakah yang telah menggerakkan lidahku untuk berkata-kata?Apakah perkataanku selalu menjadi berkat bagi orang lain?

Tekadku
TUHAN, bentuklah aku menjadi hamba-Mu yang selalu mau mendengarkan Firman TUHAN dan berikanlah kepadaku lidah yang mampu berkata-kata dengan hikmat.

Tindakanku
Mulai hari ini aku akan mempertajam penghayatan tugas panggilanku menjadi hamba TUHAN dengan mau menulis dan mengingat pesan Firman TUHAN yang kudengar. Hari ini aku akan menjumpai atau menelepon teman atau keluarga yang sedang letih lesu karena beban hidupnya dan memberi mereka semangat baru untuk berjuang dalam hidup ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Comment for this entry

  • david pangapulan says:

    terima kasih untuk postinganya..
    sangat memberkati, dan menjadi suatu perenungan bagi saya untuk benar-benar menjadi seorang murid yang menjadi berkat dimanapun Tuhan tempatkan saya..
    amin…
    Gbu..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«