suplemenGKI.com

Matius 1 : 18 – 25

Natal hampir tiba semua orang merasakan suasana Natal. Di sudut kota Hamburg, hidup satu keluarga miskin yang mempunyai 2 orang anak yang sangat percaya akan kemurahan hati Tuhan. Menjelang natal ini mereka sangat merindukan hadiah natal, tapi mereka mengerti akan keadaan orang tuanya yang miskin, sehingga tidak sampai hati meminta pada orang tua mereka. Dan mereka punya ide untuk menggugah Tuhan yang kaya dengan mengirimkan surat pada Tuhan Yesus. Mereka berharap Tuhan Yesus akan memberikan kerinduan mereka. Mereka menulis surat demikan: “Tuhan Yesusku yang kaya, limpahkanlah berkatmu kepada kami anak-anakmu yang miskin agar kami dapat merayakan natal dalam suasana yang sangat indah, ya dengan hadiah-hadiah yang kami inginkan.”
Surat itu dimasukkan dalam envelope dan dibawa ke kantor pos. Petugas pos yang mensortir surat, kaget melihat surat yang ditujukan pada Tuhan Yesus. Kemudian dia pikir lebih baik surat ini kuberikan pada Walikota barangkali Walikota tahu alamat tuhan Yesus. Surat sampai ditangan Walikota kaget dan Walikota kaget membaca surat itu. Lalu Walikota sobek-sobek surat itu dan dibuang. Tapi waktu tidur malam Walikota tidak bisa tidur, karena kepikiran surat anak tersebut. Dan akhirnya Walikota tidak tahan lalu menceritakan isi surat tersebut pada istrinya. Kemudian istri Walikota minta supaya Walikota mengabulkan permintaan anak-anak tersebut dan memberikan roti-roti dan mainan buat anak-anak itu. Tentu kita semua bisa membayangkan bagaimana gembiranya anak-anak tersebut menerima hadiah-hadiah itu. Mereka pikir karena mereka berharap pada Tuhan Yesus pasti Tuhan Yesus yang memberi.
Bapak, Ibu sekalian, Natal mengingatkan kita betapa miskinnya kita. Kita penuh dengan dosa dan kesalahan, kita sangat butuh pertolongan. Betapa bahagianya kita katena begitu besarnya kasih Bapa kepada kita hingga mengutus Tuhan Yesus untuk memberi pertolongan dan memenuhi kebutuhan terbesar kita manusia yaitu diselamatkan dari penghukuman kekal.
Mari kita merayakan Natal dengan selalu berharap bahwa banyak orang yang bertobat dan mau diselamatkan. Jangan hanya dengan pesta-pesta tapi benar-benar menghayati betapa Tuhan Yesus menginginkan supaya manusia berharap pada Nya dan selalu hidup bersama Nya. Ingatlah bahwa Tuhan ingin kita jadi saksi-saksiNya.
Amin (MLS)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*