suplemenGKI.com

Berharap akan Syalom

30/12/2010

Syalom adalah sebuah gambaran ideal tentang berbagai aspek kehidupan secara utuh. Jadi meliputi aspek rohani, sosial, ekonomi, politik, budaya, dan juga lingkungan hidup (alam dan segenap makhluk ciptaan). Dapat dikatakan juga sebagai kondisi ideal secara lahir dan batin, secara fisik maupun psikis, secara lokal maupun global, secara mikrokosmis maupun makrokosmis, dan sebagainya. Sehingga secara umum, syalom dapat dilukiskan sebagai damai sejahtera. Dan melalui pembacaan Alkitab di Minggu Adven III ini kita diingatkan bahwa syalom yang sejati itu berasal dari ALLAH.

Secara khusus kita perlu mencermati ucapan dan harapan ketika mengucapkan kata syalom kepada sesama kita. Bahkan jika ucapan dan harapan selamat juga merupakan bagian dari arti syalom. Mengapa? Karena seringkali ada di antara kita yang mengucapkan kalimat selamat pagi atau selamat malam TUHAN dalam mengawali sebuah doa.

Bukankah kalimat ucapan itu berarti harapan kita akan keselamatan (bagian dari arti syalom) kepada pihak yang kita sapa. Dalam hal ini kita telah keliru (salah kaprah) jika mengalamatkan ucapan dan harapan itu untuk TUHAN, sebab TUHAN adalah sumber selamat, dan tidak perlu “diselamati”. Kecuali kata selamat dan kata syalom yang kita ucapkan tidak lagi kita maknai dengan pemahaman di atas, dan hanya merupakan kata sapaan pembuka belaka.

TUHAN sebagai sumber selamat dan sumber syalom itu hendaknya mendapatkan kemuliaan dan hormat, sembah dan puja, serta ucapan syukur, pujian, terima kasih, dan ketaatan akan Firman-NYA, dan bukan kata atau ucapan selamat. Sekaligus mengingatkan kita bahwa hanya kepada TUHAN kita berharap akan syalom yang sejati.

Dengan peringatan, pemahaman, dan pemaknaan ini maka kita sebagai gereja TUHAN dipanggil untuk menghadirkan syalom dari dan berdasarkan teladan TUHAN kepada sesama dan segenap makhluk. Bukan sekedar kata-kata atau kalimat ucapan syalom dan selamat sebagai sebuah kebiasaan atau budaya formal belaka, tapi sebagai pendorong dan permulaan aksi nyata untuk mewujudkan harapan damai sejahtera yang kita sampaikan.

Selamat memasuki Minggu Adven III, selamat berharap akan syalom dari TUHAN, dan selamat menyatakan syalom TUHAN di tengah kehidupan ini. Maranatha,
Amin. ( secuwhyl )

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«