suplemenGKI.com

Jumat, 21 Agustus 2015

 

Efesus 6:18b-20  

Pengantar

Seorang oma yang sedang terbaring lemah di tempat tidur di sebuah panti jompo didatangi oleh anak-anak sekolah minggu di hari Natal. Anak-anak itu sengaja datang untuk menghibur oma-oma di panti tersebut dalam acara Christmas Carol. Setelah usai kegiatan, ketika mereka akan pulang salah seorang oma berkata, “berdoalah bagiku”. Guru sekolah minggu yang mendengarkan permohonan oma tersebut pun mengajak anak-anak untuk berdoa bagi oma tersebut secara khusus. Berdoa bagi orang lain merupakan anugerah dari TUHAN, serta kesukaan bagi TUHAN dan orang yang didoakan. Seperti oma di atas, rasul Paulus juga meminta kepada jemaat Efesus untuk mendoakannya. Tidak hanya baginya tetapi juga bagi orang-orang kudus.

Pemahaman

  • Ayat 18b          : Mengapa jemaat Efesus diminta untuk berdoa untuk orang-orang Kudus?
  • Ayat 19-20      : Mengapa Paulus juga minta didoakan?

Berdoa dan berjaga-jaga dalam doa secara konstan menunjukkan sikap jemaat yang berserah kepada TUHAN. Ketika rasul Paulus meminta jemaat untuk berdoa dan berjaga-jaga dalam doa, Paulus menginginkan jemaat Efesus untuk berserah sepenuhnya kepada TUHAN. Paulus ingin agar jemaat tidak mengandalkan diri sendiri tetapi melibatkan TUHAN. Jemaat yang tengah menghadapi persoalan dalam menghadapi ‘musuh-musuh iman’ diminta Paulus untuk berdoa dan berjaga-jaga dalam doa agar mereka dapat menghadapinya bersama-sama dengan TUHAN.

Paulus meminta jemaat berdoa dan doa itu ditujukan untuk orang-orang Kudus dan Paulus sendiri. Mengapa demikian? Apakah Paulus dan orang-orang Kudus itu tidak bisa berdoa bagi diri mereka sendiri? Tentu saja bisa. Tidak dijelaskan mengapa mereka harus berdoa bagi orang Kudus. Paulus meminta mereka berdoa untuk dirinya agar dia dapat menjalankan perannya untuk memberitakan rahasia Injil dengan perkataan yang benar dan berani. Rahasia Injil yang disampaikan merupakan perkataan yang benar, oleh sebab itu perlu disampaikan dengan benar. Kebenaran itu tidak berasal dari diri Paulus sendiri tetapi dikaruniakan oleh TUHAN. Paulus juga memerlukan keberanian untuk menyampaikan rahasia Injil. Keberanian itu juga tidak berasal dari dirinya sendiri tetapi dari TUHAN yang mengaruniakan kepadanya. Paulus memerlukan doa itu. Doa yang dipanjatkan oleh jemaat sangat berguna bagi pelayanannya dan sampainya rahasia Injil kepada setiap jemaat yang dia layani. Jadi, kita dapat melihat betapa besar peran doa yang kita panjatkan bagi orang lain maupun sebaliknya.

Refleksi

Ambillah alat tulis dan coba tuliskan nama orang-orang yang pernah mendoakan Anda secara pribadi! Mengapa Anda harus didoakan secara pribadi oleh orang-orang tersebut? Lalu, tuliskan juga siapa saja yang pernah Anda doakan secara pribadi dan mengapa Anda mendoakannya secara pribadi?

Tekadku

Ya TUHAN, aku ingin lebih peka untuk mendoakan orang lain karena berdoa bagi orang lain itu menyukakan hati TUHAN dan sangat menjadi berkat bagi orang yang kudoakan.

Tindakanku

Hari ini aku akan mulai mendaftar nama orang-orang yang akan kudoakan secara pribadi. Dan aku juga akan selalu mendoakan mereka.


Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»