suplemenGKI.com

Selasa, 7 September 2010; Keluaran 32:7-14

Kalau kemarin kita merenungkan bagaimana bangsa Israel merespon masa penantian dengan salah sehingga jatuh ke dalam dosa, maka hari ini kita akan merenungkan bagaimana Allah merespon tindakan dosa bangsa Israel. Selain itu kita juga akan belajar tentang bagaimana peran Pemimpin sebagai juru syafaat dijalankan Musa dengan baik.

- Pernahkah hasil karya Saudara tidak dihargai oleh seseorang? Bagaimana perasaan Saudara? Dalam hal apakah bangsa Israel tidak menghargai karya Allah?

- Mengapa bangsa Israel disebut ”tegar tengkuk”? Apa arti ungkapan ”tegar tengkuk”?

- Apakah arti kalimat ”Dan menyesallah TUHAN karena malapetaka yang dirancangkan-Nya atas umat-Nya”? Apakah itu berarti Allah telah melakukan kesalahan?

- Dapatkah Saudara menceritakan betapa pentingnya doa syafaat itu? Siapakah yang Saudara sebut namanya dalam doa Saudara hari ini?

Renungan:

Tindakan bangsa Israel yang membuat patung anak lembu dari emas membuat Allah menjadi murka. Mereka bukan hanya menduakan Yahweh, tetapi juga tidak menghargai karya Allah. Mereka menganggap tindakan penyelamatan yang dilakukan Allah sebagai karya dari dewa yang baru saja mereka buat. ” inilah Allahmu yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir” (ay. 9). Karya Allah yang membebaskan mereka dari tanah perbudakan Mesir itu seharusnya membuat bangsa Israel menyadari akan kasih dan kekuasaan Allah. Dengan kesadaran itu seharusnya mereka dengan sukarela dan sukacita sujud menyembah kepada-Nya. Namun tidak demikian kenyataannya. Bangsa Israel telah menggeser Allah dari tahta-Nya.

Allah menyebut bangsa Israel sebagai bangsa yang tegar tengkuk. Istilah ini muncul sembilan kali dalam seluruh Alkitab, dan ini adalah pemakaian pertama kalinya. Istilah ini diambil dari dunia pertanian. Biasanya para petani membajak ladangnya dengan bantuan lembu. Untuk dapat mengendalikan lembu tersebut, maka para petani akan meletakkan kayu di atas tengkuk lembu-lembu pembajak itu. Tapi ada lembu-lembu yang sulit diarahkan, karena tengkuknya kaku. Demikianlah gambaran bangsa Israel, demikian pula gambaran setiap orang Kristen yang tidak mau merendahkan diri untuk taat kepada pimpinan Tuhan.

Melihat hal ini, kemudian Musa memanjatkan doa syafaat. Hasil dari doa tersebut adalah Allah mengurungkan niat-Nya untuk menghukum bangsa Israel. Tindakan mengurungkan niat ini digambarkan dengan istilah ”menyesal”. Sebenarnya ini tidak berarti bahwa Allah telah melakukan kesalahan dalam mengambil keputusan dan kemudian menyesalinya, tetapi Allah memilih untuk mengabulkan permohonan Musa. Hal ini sama dengan ketika Allah memilih untuk mengabulkan doa permohonan ampun kita, maka Allah memilih untuk tidak menurunkan murka-Nya atas kita. Doa manusia tidak dapat mengubah kehendak Allah, akan tetapi ada kehendak Allah yang tidak akan kita terima bila kita tidak memintanya. Itu sebabnya Tuhan Yesus mengajar kita untuk meminta agar menerima, mancari agar mendapat dan mengetuk agar pintu dibukakan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*