suplemenGKI.com

Jumat, 6 Juni 2014

I Kor 12: 12-13

Pengantar

“Bhineka Tunggal Ika.” Semboyan ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia terdiri dari beragam agama, bahasa dan suku bangsa.Namun, keberagaman itu tidak berarti menutup kemungkinan untuk bekerja bersama-sama.Dalam gerejapun, keberagaman ada. Bagaimanakah seharusnya orang Kristen menyikapi keberagaman? Paulus menjelaskan hal ini dalam ilustrasi tentang tubuh. Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

• Ayat 12 : Mengapa Rasul Paulus memberikan ilustrasi satu tubuh terdiri dari banyak anggota?
• Ayat 13 : Apakah maksud kalimat “kita semua diberi minum dari satu Roh?”

Paulus mengingatkan agar orang Kristen di Korintus melihat keberadaan mereka dalam jati diri baru yaitu jati diri milik KRISTUS yang telah dipersatukan oleh satu Roh. Perbedaan ras, latar belakang pendidikan, kedudukan sosial, tidak menjadi persoalan sebab ditempatkan lebih rendah daripada kenyataan baru kita sebagai sesama tebusan KRISTUS! Nasihat ini diberikan agar jemaat dapat hidup bersama dalam kesatuan bukan dalam perpecahan. Karunia Roh yang berbeda-beda tidak boleh menjadi alasan untuk saling meninggikan diri sehingga terjadi perpecahan.

Gereja harusnya merupakan suatu kesatuan dalam keragaman sama seperti satu tubuh yang terdiri dari banyak anggota. Diakui bahwa tubuh kita terdiri dari bagian-bagian yang unik, khas, berbeda bentuk dan fungsinya. Peranan dan fungsi masing-masing anggota tubuh itu baru bisa dirasakan apabila ditempatkan dalam kesatuan tubuh. Di luar kesatuan itu masing- masing anggota tidak bisa berfungsi dan berperan sebagaimana mereka dibentuk. Kesatuan tubuh itu sedemikian kuatnya sampai-sampai ketika gigi kita yang berlubang terasa nyeri maka kepala kita juga ikut pusing dan, pada akhirnya, seluruh anggota tubuh terganggu aktivitasnya. Untuk itulah Paulus mengingatkan bahwa mereka bisa berfungsi sebagai tubuh KRISTUS hanya bila mereka menyadari kebergantungan dan kesatuan dengan bagian tubuh lainnya.

Refleksi

Dalam keheningan, renungkanlah: “apakah kehadiranku sebagai anggota gereja membawa kesatuan ataukah perpecahan? Apakah yang telah kulakukan untuk membangun kesatuan tubuh KRISTUS?”

Tekadku

TUHAN, mampukanlah aku untuk dapat aktif membangun kesatuan jemaat-Mu. Mampukanlah aku untuk selalu dapat merangkai kesatuan karya bersama di tengah keanekaragaman yang ada.

Tindakanku

Mulai hari ini aku tidak akan mempersoalkan perbedaan namun akan selalu mencari titik temu untuk dapat bekerjasama baik dengan semua orang.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*