suplemenGKI.com

Jumat, 24 Februari 2012

I Petrus 3: 18-22

Denmas Kimpul mendapatkan berkat besar dari bisnisnya yang sedang naik daun. Ia menggunakan uangnya untuk berkunjung ke tempat-tempat bersejarah. Diantaranya, ia ikut perjalanan tour ke Israel. Kunjungan Denmas Kimpul yang terakhir adalah ke Golgota. Ia ingin mengingat kembali kasih karunia ALLAH bagi manusia melalui penderitaan dan kematian KRISTUS. Di situ ia berdoa dengan khusuk. Ia merasa telah berhutang pada TUHAN atas penebusan yang telah ia terima. “ TUHAN, aku ingin membaktikan hidupku untuk Engkau!” serunya dalam doa. “ Aku rela memikul salibMu agar aku dapat lebih menghayati nilai penebusan-Mu bagiku.” Tentu saja TUHAN sangat berkenan akan doanya.  Kemudian TUHAN mengutus seorang malaikat untuk mengirimkan salib kepada Denmas Kimpul. Begitu ia membuka matanya mengakhiri doa, ia melihat ada salib besar diulurkan kepadanya. Kontan saja ia terperanjat. “ Waduh…maaf TUHAN! Salibnya yang kecil saja dong!”

Ilustrasi ini mau menggambarkan bahwa sekalipun kita memiliki semangat hidup bersekutu dalam penderitaan dan kematian KRSTUS, namun ternyata tidak siap untuk sungguh-sungguh menderita. Padahal KRISTUS telah menderita dan mati, mengorbankan diri demi keselamatan manusia. Bagaimanakah agar orang percaya berani menanggung penderitaan? Mari menelusuri bacaan hari ini.

Pendalaman Teks Alkitab

Ayat 18 : Mengapa KRISTUS mau mati untuk kita?
Ayat 19 – 20 : Apakah arti KRISTUS memberitakan Injil kepada roh-roh yang ada dalam penjara?
Ayat 21-22 : Mengapakah dalam I Petrus dibicarakan karya keselamatan yang dikerjakan KRISTUS bagi orang-orang berdosa?

Renungan

Bacaan hari ini membicarakan tentang penderitaan yang harus ditanggung oleh orang-orang percaya terkait dengan imannya kepada KRISTUS. Sekalipun hidup benar namun orang percaya masih saja hidup menderita. Bagaimanakah hal ini bisa dipahami? I Petrus mengingatkan orang-orang percaya bahwa sekalipun berada di dalam penderitaan hendaknya tetap menguduskan KRISTUS sebagai TUHAN di dalam hidupnya sehingga mereka bisa bertahan tetap hidup benar. Para pembaca surat I Petrus diingatkan bahwa lebih baik menderita karena berbuat baik daripada karena berbuat jahat. ( ayat 13-17)

Pemikiran ini dilandasi oleh kenyataan bahwa KRISTUS pun telah mengalami hal yang sama. Untuk menyelamatkan manusia berdosa, KRISTUS rela menderita dan mengalami kematian. Sesungguhnya KRISTUS tidak bersalah (berdosa) namun IA mau mati untuk orang-orang berdosa. Sesungguhnya apa yang telah dilakukan KRISTUS, mulai dari penderitaan-Nya bahkan sampai pada kematian-Nya adalah untuk membawa kita kembali kepada ALLAH.

Penderitaan dan kematian KRISTUS sungguh terjadi (tidak diragukan lagi). IA juga dibangkitkan. Kematian tidak menguasainya untuk selamanya namun pada saat IA mati, IA pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang ada dalam penjara yaitu orang-orang yang pada jaman Nuh tidak taat kepada ALLAH. Hal ini mau mengatakan bahwa KRISTUS benar-benar turun ke dalam kerajaan maut ( tempat yang disediakan bagi orang yang tidak mau percya dan tidak taat kepada ALLAH). Ia benar-benar mati sebagai korban pengganti untuk menebus manusia. Namun IA juga menang, karena itulah IA mengalami kebangkitan.

Umat juga diingatkan bahwa mereka telah menerima baptisan yang merupakan symbol iman yang berbicara tentang pembersihan secara lahiriah namun penyucian secara batiniah (hati dan hidup) yang sempurna yang sudah dikerjakan KRISTUS bagi semua orang percaya. Dengan mengingat baptisan, mereka mengingat persekutuan mereka dengan penderitaan, kematian dan kebangkitan KRISTUS.

Berdasarkan pemahaman mengenai karya keselamatan yang dikerjakan KRISTUS bagi orang-orang berdosa maka I Petrus mengingatkan orang-orang percaya yang sedang menghadapi penderitaan agar mereka senantiasa ingat bahwa mereka sudah diselamatkan oleh KRISTUS dan memiliki pengharapan dalam iman sehingga dapat bertahan dalam setiap penderitaan.

Apakah Saudara sedang bergumul dengan penderitaan? Penderitaan tidak boleh mengalahkan iman dan kesetiaan untuk hidup benar di jalan TUHAN sebab TUHAN YESUS KRISTUS terlebih dulu menderita untuk menyelamatkan kita. Yakinlah bahwa kesetiaan berjalan dalam kebenaran TUHAN jauh lebih berharga daripada kenikmatan duniawi. Identitas orang percaya akan lebih tampak jelas dari keberaniannya menghadapi penderitaan.

Tetap setialah berjalan di dalam iman dan kebenaran

sekalipun sedang dihimpit penderitaan

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*