suplemenGKI.com
Yesus Bangkit, GKI Residen Sudirman Percayakah Saudara bahwa YESUS telah bangkit? Sebagai orang Kristen pasti Saudara percaya. Bukankah kita baru saja merayakan hari Paskah – hari kebangkitan YESUS? Benarkah YESUS bangkit? Apakah kebangkitan YESUS benar-benar terjadi ataukah hanya metafora? Anda ingin tahu jawabannya?

Tulisan berikut ini akan mengulasnya. Ambil dan Bacalah!
Keragu-raguan Terhadap Kebangkitan YESUS
Kebangkitan YESUS menjadi berita kontroversial di tengah masyarakat pada masa itu. Betapa tidak! Di tengah sukacita para murid yang mengetahui bahwa YESUS bangkit (Matius 28:1-10), tersebarlah kabar tentang hilangnya mayat YESUS (Matius 28:11-15). Bagi para murid, kubur kosong membuktikan bahwa YESUS bangkit namun bagi masyarakat Yahudi, kubur kosong berarti mayat YESUS hilang karena dicuri murid-murid-Nya. Manakah yang benar? Benarkah YESUS bangkit? Pertanyaan ini menggelayut dalam pikiran orang-orang Yahudi. Sementara itu para pengikut KRISTUS ( orang-orang Kristen ) tetap percaya bahwa YESUS telah bangkit dari kematian. Iman akan kebangkitan KRISTUS adalah pemahaman dasar dalam Kekristenan.
Setelah sekian lama orang Kristen percaya bahwa YESUS benar-benar bangkit, maka akhir-akhir ini Kekristenan digoncang oleh penemuan arkeologi makam Talpiot yang bagi sebagian orang menjadi bukti bahwa YESUS tidak bangkit. Makam Talpiot di Yerusalem diduga menjadi makam keluarga YESUS. Di makam itu ditemukan 10 osuarium (peti/tempat untuk menyimpan tulang dan kerangka jenasah yang terbuat dari tanah gamping), yang diantaranya diduga jenazah YESUS. Makam di Talpiot ditemukan dalam suatu penggalian arkeologis sekitar awal bulan April 1980. Para arkeolog yang menemukan makam Talpiot tersebut adalah: Amos Kloner, Yosef Gath, Eliot Braun dan Shimon Gibson yang bekerja di bawah pengawasan Otoritas Kepurbakalaan Israel.
Dari penemuan arkeologi tersebut, maka terbit beberapa tulisan dan film yang menggemparkan. Misalnya tulisan dari James D. Tabor, “The Jesus Dynasty: The Hidden History of Jesus, His Royal Family and the Birth of Christianity”, kemudian tulisan dari Simcha Jacobovici dan Charles Pellegrino yang berjudul: “The Jesus Family Tomb: the Discovery, the Investigation, and the Evidence that Could Change History”. Juga sebuah film yang disutradarai oleh James Cameron yang pernah meraih sukses besar ketika menjadi sutradara film Titanic, ditayangkan dalam Discovery Channel di Kanada, Amerika Serikat, Inggris, Israel dan Eropa, tanggal 4 Maret 2007 yaitu film yang berjudul: “The Lost Tomb of Jesus”.
Dengan adanya penemuan arkeologi, film dan tulisan-tulisan tersebut, maka sebagian orang meragukan kebangkitan YESUS. Ada pula teolog yang menegaskan bahwa sisa-sisa jasad Yesus memang ada di bumi ini, maka kebangkitan dan kenaikan Yesus ke surga tidak bisa lagi dipahami sebagai kejadian-kejadian sejarah obyektif, melainkan sebagai metafora.
Pandangan Gereja Terhadap Kontroversi Kebangkitan YESUS
Bagaimanakah sikap gereja menghadapi berita dan penemuan kontroversial tersebut di atas?
1. Gereja tetap percaya akan kebangkitan dan kenaikan YESUS sebagai iman Gereja. Kebangkitan dan kenaikan YESUS adalah peristiwa historis sekaligus supra-historis, bukan sekedar metafora atau secara rohani belaka.
2. Iman Kristen percaya bahwa YESUS benar-benar bangkit dengan tubuh-Nya. Dengan tubuh kebangkitan-Nya, Kristus memiliki tubuh yang berbeda secara asasi dan substantif dibandingkan ketika Dia masih hidup di dunia. Tubuh Kristus yang bangkit menjadi tubuh yang rohaniah sekaligus tetap alamiah. Pada satu pihak Kristus yang bangkit mampu menembus ruang (Luk. 24:36), tetapi juga tubuh-Nya yang bangkit tetap dapat disentuh oleh para murid-Nya (Luk. 24:39-43). Sebab Kristus yang bangkit memiliki “tubuh alamiah-Nya” bersama dengan “tubuh rohaniah-Nya”.
Dalam hal ini, gereja tidak boleh terperangkap kepada pilihan hitam atau putih, sebagaimana berkembang dalam wacana: Apakah YESUS bangkit secara rohani atau fisik? Firman TUHAN mengajarkan kepada kita bahwa para penulis PB, selain sangat terpengaruh oleh budaya Yunani, juga sekaligus sangat menentang pengaruh agama Yunani. Manusia tidak dapat dipandang sebagai roh dan tubuh yang dapat dipilah, dipisah dan dibelah sebagaimana pengajaran Gnostik Yunani, melainkan dilihat sebagai satu kesatuan utuh badan, roh dan jiwa. Itu sebabnya pilihan rohani atau fisik tidak masuk dalam doktrinal gereja. Kebangkitan dan kenaikan TUHAN YESUS KRISTUS ke Sorga adalah kebangkitan dan kenaikan yang utuh dan tidak terbelah-belah.
3. Kita selaku umat Kristen tidak boleh kuatir terhadap penemuan-penemuan arkeologi atau semacamnya. Bahkan kita selaku umat Kristen harus mendorong dengan tulus agar ilmu pengetahuan makin berkembang dan mampu menganalisis berbagai hasil temuan arkeologis sehingga kita dapat mengetahui bagaimana peristiwa atau kejadian sejarah di masa lampau secara tepat dan komprehensif.
Sekalipun demikian kita sangat menyesalkan penemuan dengan payung “arkeologi” yang masih bersifat hipotetis dan spekulatif namun telah disimpulkan secara pasti sebagai suatu bukti bahwa 10 osuarium di makam Talpiot sebagai penemuan arkeologi sisa-sisa jenasah Yesus dengan keluarga-Nya. Mungkinkah penelitian arkeologi membuktikan secara ilmiah bahwa tubuh YESUS ( atau sisanya ) masih ada di dunia? Itu adalah kondisi yang sangat sulit dibuktikan, mengingat jeda waktu yang sudah cukup panjang yaitu 2000 tahun. Sangat berbahaya bila hipotesis-hipotesis ilmiah dianggap kebenaran itu sendiri. Sains dengan pelbagai teori dan hipotesis ilmiah akan terus berkembang selama dunia ini ada. Selain itu Sains tidak selalu bebas nilai. Sains sangat bergantung juga kepada niat dan paradigma pelakunya.
Menimbang bahwa diskusi tentang wacana ini masih bersifat spekulatif, maka gereja akan tetap berpegang pada koridor pengajarannya yang percaya begini:
“ Kepercayaan kita akan kebangkitan dan kenaikan TUHAN YESUS KRISTUS ke Sorga selalu mengandung misteri yang tidak terungkap sehabi-habisnya oleh pemikiran manusia. Kepercayaan Kristiani bukan hanya didasarkan kepada pengamatan dan temuan empiris, melainkan mentransenden segala pikiran yang terbatas. YESUS yang adalah Tuhan, sama seperti Bapa dan Roh Kudus tidak terselidiki oleh pengamatan dan penelitian, atau temuan-temuan dan bukti-bukti insani yang terbatas.”
Namun seperti diuraikan di atas akan ada dialog dialektis antara kebenaran temuan dan kebenaran kepercayaan agar kepercayaan Kristiani makin disegarkan, diperdalam dan diperkaya sebagaimana sering terjadi dalam sejarah gereja.
Jadi gereja menghormati hasil penelitian dan sains, namun di pihak lain sains mesti menghormati kepercayaan dan pengajaran gereja. Ada batas ranah dari keduanya yang tidak boleh dilanggar. Gereja akan terus berpegang kepada kepercayaannya, yang mengandung misteri Ilahi yang tak terbatas dan yang hanya bisa diungkapkan secara insani sejauh Allah sendiri menyatakannya. Jika demikian kita selaku umat percaya kepada Tuhan Yesus seharusnya makin terdorong untuk memperdalam berbagai aspek tentang rahasia iman kita yang berpijak kepada kesaksian Alkitab, tetapi juga kita mau bersikap terbuka untuk mempelajari berbagai perkembangan ilmu pengetahuan; sehingga pengetahuan dan spiritualitas iman kita makin diperkaya dan bertumbuh dalam kebenaran serta hikmat Tuhan.

Sumber:
1. BPMSW GKI Sinwil Jabar, Memorandum Pastoral Sehubungan Isu-Isu Teologis Seputar Makam YESUS dan Implikasinya bagi Pengajaran GKI, 2007.
2. Pdt. Yohanes Bambang Mulyono, Kontroversi Temuan Makam Keluarga YESUS, 2007.

Ambil & Bacalah Edisi ke-12 Maret 2008
Departemen Pengajaran, GKI Residen Sudirman – Surabaya

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

2 Comments for this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Next Post
»